<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemilu Paruh Waktu AS: Trump Akui Perang Iran Penyebab Kekalahan Telak Partai Republik</title><description>Trump menekankan bahwa dia tidak menyesali keputusan melancarkan perang di Iran. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/04/18/3252114/pemilu-paruh-waktu-as-trump-akui-perang-iran-penyebab-kekalahan-telak-partai-republik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/04/18/3252114/pemilu-paruh-waktu-as-trump-akui-perang-iran-penyebab-kekalahan-telak-partai-republik"/><item><title>Pemilu Paruh Waktu AS: Trump Akui Perang Iran Penyebab Kekalahan Telak Partai Republik</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/04/18/3252114/pemilu-paruh-waktu-as-trump-akui-perang-iran-penyebab-kekalahan-telak-partai-republik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/04/18/3252114/pemilu-paruh-waktu-as-trump-akui-perang-iran-penyebab-kekalahan-telak-partai-republik</guid><pubDate>Rabu 04 November 2026 19:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/04/18/3252114/presiden_as_donald_trump-1Tlt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden AS Donald Trump.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/04/18/3252114/presiden_as_donald_trump-1Tlt_large.jpg</image><title>Presiden AS Donald Trump.</title></images><description>WASHINGTON &amp;mdash; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa perang dengan Iran turut berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu pada Selasa (3/11/2026). Partai Demokrat meraih kemenangan telak pada pemilihan ini, menguasai Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, sekaligus memberikan pukulan keras bagi Trump dan Partai Republik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iran adalah salah satu faktornya,&amp;quot; ujar Trump kepada The Wall Street Journal dalam sebuah wawancara telepon pada Selasa malam. Ia menyatakan tidak menyesali keputusannya untuk memulai perang tersebut pada awal tahun ini.&#13;
&#13;
Dalam perbincangan dengan Fox News pada Rabu (4/11/2026), Trump mengatakan bahwa ia yakin para pemilih mendukung pendekatannya terhadap Iran, namun mereka enggan menanggung beban kenaikan harga bahan bakar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat setuju dengan langkah saya terkait Iran, tetapi mungkin mereka tidak siap menghadapi konsekuensi jangka pendek, yaitu harus membayar lebih mahal untuk bensin,&amp;quot; kata Trump, sebagaimana dilansir TRT. Dia kembali menyebut kenaikan harga bahan bakar sebagai &amp;quot;masalah jangka pendek, demi keuntungan jangka panjang.&amp;quot;&#13;
&#13;
Trump memperingatkan bahwa pasukan AS dapat &amp;quot;menyelesaikan tugas tersebut&amp;quot; jika Teheran tidak mau bekerja sama, meskipun ia menambahkan bahwa kesepakatan diplomatik masih dimungkinkan jika kesepakatan itu menetapkan batasan yang mengikat terkait senjata nuklir.&#13;
&#13;
Ia juga membela keputusannya untuk memangkas bantuan AS kepada Israel, dengan alasan bahwa negara tersebut telah &amp;quot;menjadi cukup kaya&amp;quot; dan tidak lagi membutuhkan bantuan sebesar USD4 miliar per tahun.&#13;
&#13;
Kepada WSJ, Trump menyampaikan bahwa ia tidak berencana melakukan perombakan personel dalam pemerintahannya dan menyatakan dukungannya terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang memimpin upaya perang AS.&#13;
&#13;
Bekerja Sama dengan Partai Demokrat&#13;
&#13;
Kemenangan Partai Demokrat memberikan partai tersebut jumlah suara yang cukup untuk menghalangi legislasi yang diusulkan Trump di salah satu dari kedua kamar parlemen selama dua tahun terakhir masa jabatannya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya benar-benar bersedia menerima hasil tersebut,&amp;rdquo; ujar Trump kepada The New York Times pada Selasa malam saat ia memantau perolehan suara pemilihan umum dari Gedung Putih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami akan bekerja sama dengan Partai Demokrat, dan, Anda tahu, kami menantikan untuk bekerja sama dengan mereka. Kami mungkin akan bisa mencapai kesepakatan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Trump memuji para kandidat dari Partai Demokrat karena telah berjuang dengan &amp;quot;gigih&amp;quot; dan mengatakan kepada Fox News bahwa ia bisa bekerja sama dengan partai tersebut &amp;quot;dalam banyak hal,&amp;quot; termasuk masalah imigrasi.&#13;
&#13;
Ia juga mengatakan bahwa ia memperkirakan Partai Demokrat akan mengajukan rancangan undang-undang yang menurutnya &amp;quot;tidak masuk akal,&amp;quot; dan ia menegaskan akan menggunakan hak veto terhadap rancangan tersebut.&#13;
&#13;
Dalam wawancara terpisah dengan Politico, Trump menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk bekerja sama dengan para anggota parlemen daripada menghabiskan dua tahun ke depan dengan terus memveto rancangan undang-undang.&#13;
</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;mdash; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa perang dengan Iran turut berkontribusi terhadap kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu pada Selasa (3/11/2026). Partai Demokrat meraih kemenangan telak pada pemilihan ini, menguasai Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, sekaligus memberikan pukulan keras bagi Trump dan Partai Republik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Iran adalah salah satu faktornya,&amp;quot; ujar Trump kepada The Wall Street Journal dalam sebuah wawancara telepon pada Selasa malam. Ia menyatakan tidak menyesali keputusannya untuk memulai perang tersebut pada awal tahun ini.&#13;
&#13;
Dalam perbincangan dengan Fox News pada Rabu (4/11/2026), Trump mengatakan bahwa ia yakin para pemilih mendukung pendekatannya terhadap Iran, namun mereka enggan menanggung beban kenaikan harga bahan bakar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat setuju dengan langkah saya terkait Iran, tetapi mungkin mereka tidak siap menghadapi konsekuensi jangka pendek, yaitu harus membayar lebih mahal untuk bensin,&amp;quot; kata Trump, sebagaimana dilansir TRT. Dia kembali menyebut kenaikan harga bahan bakar sebagai &amp;quot;masalah jangka pendek, demi keuntungan jangka panjang.&amp;quot;&#13;
&#13;
Trump memperingatkan bahwa pasukan AS dapat &amp;quot;menyelesaikan tugas tersebut&amp;quot; jika Teheran tidak mau bekerja sama, meskipun ia menambahkan bahwa kesepakatan diplomatik masih dimungkinkan jika kesepakatan itu menetapkan batasan yang mengikat terkait senjata nuklir.&#13;
&#13;
Ia juga membela keputusannya untuk memangkas bantuan AS kepada Israel, dengan alasan bahwa negara tersebut telah &amp;quot;menjadi cukup kaya&amp;quot; dan tidak lagi membutuhkan bantuan sebesar USD4 miliar per tahun.&#13;
&#13;
Kepada WSJ, Trump menyampaikan bahwa ia tidak berencana melakukan perombakan personel dalam pemerintahannya dan menyatakan dukungannya terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang memimpin upaya perang AS.&#13;
&#13;
Bekerja Sama dengan Partai Demokrat&#13;
&#13;
Kemenangan Partai Demokrat memberikan partai tersebut jumlah suara yang cukup untuk menghalangi legislasi yang diusulkan Trump di salah satu dari kedua kamar parlemen selama dua tahun terakhir masa jabatannya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya benar-benar bersedia menerima hasil tersebut,&amp;rdquo; ujar Trump kepada The New York Times pada Selasa malam saat ia memantau perolehan suara pemilihan umum dari Gedung Putih.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami akan bekerja sama dengan Partai Demokrat, dan, Anda tahu, kami menantikan untuk bekerja sama dengan mereka. Kami mungkin akan bisa mencapai kesepakatan,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Trump memuji para kandidat dari Partai Demokrat karena telah berjuang dengan &amp;quot;gigih&amp;quot; dan mengatakan kepada Fox News bahwa ia bisa bekerja sama dengan partai tersebut &amp;quot;dalam banyak hal,&amp;quot; termasuk masalah imigrasi.&#13;
&#13;
Ia juga mengatakan bahwa ia memperkirakan Partai Demokrat akan mengajukan rancangan undang-undang yang menurutnya &amp;quot;tidak masuk akal,&amp;quot; dan ia menegaskan akan menggunakan hak veto terhadap rancangan tersebut.&#13;
&#13;
Dalam wawancara terpisah dengan Politico, Trump menyatakan bahwa ia lebih memilih untuk bekerja sama dengan para anggota parlemen daripada menghabiskan dua tahun ke depan dengan terus memveto rancangan undang-undang.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
