<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Kecelakaan Helikopter Mi-17 dalam Operasi Karhutla di Seruyan, Kalteng</title><description>Satu orang dikonfirmasi meninggal dunia dalam kecelakaan tragis ini. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/04/340/3252057/kronologi-kecelakaan-helikopter-mi-17-dalam-operasi-karhutla-di-seruyan-kalteng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/04/340/3252057/kronologi-kecelakaan-helikopter-mi-17-dalam-operasi-karhutla-di-seruyan-kalteng"/><item><title>Kronologi Kecelakaan Helikopter Mi-17 dalam Operasi Karhutla di Seruyan, Kalteng</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/04/340/3252057/kronologi-kecelakaan-helikopter-mi-17-dalam-operasi-karhutla-di-seruyan-kalteng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/04/340/3252057/kronologi-kecelakaan-helikopter-mi-17-dalam-operasi-karhutla-di-seruyan-kalteng</guid><pubDate>Rabu 04 November 2026 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/04/340/3252057/ilustrasi-A79m_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/04/340/3252057/ilustrasi-A79m_large.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.18 WIB. Dari delapan personel di dalam helikopter, satu orang ditemukan meninggal dunia, lima selamat, dan dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi.&#13;
&#13;
Terkait kejadian ini, TNI AD dibantu tim gabungan langsung mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Evakuasi dilakukan melalui jalur udara dan laut. Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya,&amp;rdquo; kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono kepada awak media.&#13;
&#13;
Donny menjelaskan, secara keseluruhan terdapat delapan personel yang terlibat dalam operasi pemadaman karhutla menggunakan helikopter tersebut.&#13;
&#13;
Sebanyak 6 personel sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Namun, satu di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Lima orang dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi,&amp;rdquo; ujar Donny.&#13;
&#13;
Sebelum mengalami kecelakaan, Helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Donny memastikan kecelakaan tersebut merupakan murni kecelakaan kerja dalam pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla. Adapun penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.&#13;
&#13;
Saat ini TNI AD fokus pada proses evakuasi lanjutan serta memprioritaskan penanganan medis bagi para kru yang telah berhasil diselamatkan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Helikopter Mi-17V5 milik TNI AD jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 11.18 WIB. Dari delapan personel di dalam helikopter, satu orang ditemukan meninggal dunia, lima selamat, dan dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi.&#13;
&#13;
Terkait kejadian ini, TNI AD dibantu tim gabungan langsung mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Evakuasi dilakukan melalui jalur udara dan laut. Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya,&amp;rdquo; kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono kepada awak media.&#13;
&#13;
Donny menjelaskan, secara keseluruhan terdapat delapan personel yang terlibat dalam operasi pemadaman karhutla menggunakan helikopter tersebut.&#13;
&#13;
Sebanyak 6 personel sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Namun, satu di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Lima orang dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit yang sama. Sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi,&amp;rdquo; ujar Donny.&#13;
&#13;
Sebelum mengalami kecelakaan, Helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).&#13;
&#13;
&amp;rdquo;Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing,&amp;rdquo; ucapnya.&#13;
&#13;
Donny memastikan kecelakaan tersebut merupakan murni kecelakaan kerja dalam pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla. Adapun penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.&#13;
&#13;
Saat ini TNI AD fokus pada proses evakuasi lanjutan serta memprioritaskan penanganan medis bagi para kru yang telah berhasil diselamatkan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
