<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkuak! Peran Irjen Slamet Uliandi di Penyadapan Prabowo sebagai Dewan Pembina</title><description>Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto menyebut bahwa, Slamet Uliandi merupakan dewan pembina MC (Monitoring Center) Bareskrim Polri.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/05/337/3252381/terkuak-peran-irjen-slamet-uliandi-di-penyadapan-prabowo-sebagai-dewan-pembina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/05/337/3252381/terkuak-peran-irjen-slamet-uliandi-di-penyadapan-prabowo-sebagai-dewan-pembina"/><item><title>Terkuak! Peran Irjen Slamet Uliandi di Penyadapan Prabowo sebagai Dewan Pembina</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/05/337/3252381/terkuak-peran-irjen-slamet-uliandi-di-penyadapan-prabowo-sebagai-dewan-pembina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/05/337/3252381/terkuak-peran-irjen-slamet-uliandi-di-penyadapan-prabowo-sebagai-dewan-pembina</guid><pubDate>Kamis 05 November 2026 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/05/337/3252381/viral-Vypf_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peran Irjen Slamet Uliandi di Penyadapan Prabowo sebagai Dewan Pembina</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/05/337/3252381/viral-Vypf_large.jpg</image><title>Peran Irjen Slamet Uliandi di Penyadapan Prabowo sebagai Dewan Pembina</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bareskrim Polri mengungkap peran mantan Kadiv TIK Irjen Slamet Uliandi dalam kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto, penghapusan data elektronik serta ilegal akses.&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto menyebut bahwa, Slamet Uliandi merupakan dewan pembina MC (Monitoring Center) Bareskrim Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimana yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Kabag Mon ataupun Kabag Monitoring Bareskrim dari tahun 2010 sampai tahun 2019,&amp;quot; kata Suhermanto dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) malam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suhermanto menyebut, Slamet Uliandi juga selaku pihak yang memberikan izin untuk melakukan penyadapan ataupun menghapus hasil intersepsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai dengan saat ini, Kabag Mon yaitu tersangka EH dan AS, jika akan melaksanakan provisioning ataupun penyadapan, harus mendapat izin dari Saudara SU,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kemudian, kata Suhermanto, pada awal Oktober 2026, tersangka AS meminta izin untuk melakukan penghapusan hasil penyadapan kepada Irjen Slamet Uliandi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan tersangka SU meng-ACC melakukan penghapusan terhadap file hasil penyadapan selama ini,&amp;quot; tutup Suhermanto.&#13;
&#13;
Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Eko Hadi Santoso dan Irjen Ahrie Sonta sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo Subianto, penghapusan data elektronik serta ilegal akses.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin mengungkapkan, peristiwa ini berlangsung pada periode 2025-2026. Sejumlah nomor telepon dimasukkan ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui proses verifikasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur seperti diatur dalam tata cara penyadapan Polri di Perkap Nomor 5 Tahun 2010,&amp;rdquo; ucap Asep.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain Presiden, penyadapan diduga dilakukan kepada pejabat negara, tokoh politik, media massa, ormas, LSM, dan pengusaha.&#13;
&#13;
Ketiga tersangka dikenakan Pasal 258 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 10 tahun. Pasal 332 ayat (1) dan/atau (2) KUHP, dengan ancaman pidana selama enam tahun. Undang-Undang ITE Pasal 32 ayat (1) dengan ancaman pidana selama delapan tahun.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bareskrim Polri mengungkap peran mantan Kadiv TIK Irjen Slamet Uliandi dalam kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto, penghapusan data elektronik serta ilegal akses.&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto menyebut bahwa, Slamet Uliandi merupakan dewan pembina MC (Monitoring Center) Bareskrim Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dimana yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Kabag Mon ataupun Kabag Monitoring Bareskrim dari tahun 2010 sampai tahun 2019,&amp;quot; kata Suhermanto dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) malam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Suhermanto menyebut, Slamet Uliandi juga selaku pihak yang memberikan izin untuk melakukan penyadapan ataupun menghapus hasil intersepsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai dengan saat ini, Kabag Mon yaitu tersangka EH dan AS, jika akan melaksanakan provisioning ataupun penyadapan, harus mendapat izin dari Saudara SU,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Kemudian, kata Suhermanto, pada awal Oktober 2026, tersangka AS meminta izin untuk melakukan penghapusan hasil penyadapan kepada Irjen Slamet Uliandi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dan tersangka SU meng-ACC melakukan penghapusan terhadap file hasil penyadapan selama ini,&amp;quot; tutup Suhermanto.&#13;
&#13;
Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Eko Hadi Santoso dan Irjen Ahrie Sonta sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo Subianto, penghapusan data elektronik serta ilegal akses.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin mengungkapkan, peristiwa ini berlangsung pada periode 2025-2026. Sejumlah nomor telepon dimasukkan ke dalam server Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui proses verifikasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur seperti diatur dalam tata cara penyadapan Polri di Perkap Nomor 5 Tahun 2010,&amp;rdquo; ucap Asep.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selain Presiden, penyadapan diduga dilakukan kepada pejabat negara, tokoh politik, media massa, ormas, LSM, dan pengusaha.&#13;
&#13;
Ketiga tersangka dikenakan Pasal 258 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman maksimal 10 tahun. Pasal 332 ayat (1) dan/atau (2) KUHP, dengan ancaman pidana selama enam tahun. Undang-Undang ITE Pasal 32 ayat (1) dengan ancaman pidana selama delapan tahun.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
