<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bongkar Penunjukan Listyo Sigit Jadi Kapolri, Mahfud MD: Diminta Jokowi Lewat Pratikno!</title><description>Adapun 3 nama terbaik yang disampaikan Mahfud untuk dicalonkan dari Kompolnas sebagai Kapolri saat itu yakni Komjen Arief Sulistyanto, Komjen Boy Rafli Amar dan Agus Andrianto yang kini menjadi Menteri Imipas.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/06/337/3252400/bongkar-penunjukan-listyo-sigit-jadi-kapolri-mahfud-md-diminta-jokowi-lewat-pratikno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/06/337/3252400/bongkar-penunjukan-listyo-sigit-jadi-kapolri-mahfud-md-diminta-jokowi-lewat-pratikno"/><item><title>Bongkar Penunjukan Listyo Sigit Jadi Kapolri, Mahfud MD: Diminta Jokowi Lewat Pratikno!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/06/337/3252400/bongkar-penunjukan-listyo-sigit-jadi-kapolri-mahfud-md-diminta-jokowi-lewat-pratikno</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/06/337/3252400/bongkar-penunjukan-listyo-sigit-jadi-kapolri-mahfud-md-diminta-jokowi-lewat-pratikno</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2026 00:10 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/05/337/3252400/viral-dJiv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bongkar Penunjukan Listyo Sigit Jadi Kapolri, Mahfud MD Diminta Jokowi Lewat Pratikno/Biro Pers</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/05/337/3252400/viral-dJiv_large.jpg</image><title>Bongkar Penunjukan Listyo Sigit Jadi Kapolri, Mahfud MD Diminta Jokowi Lewat Pratikno/Biro Pers</title></images><description>JAKARTA - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menceritakan detik-detik terpilihnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri periode 2021-2026. Ia mengatakan, terpilihnya Listyo sebagai Kapolri atas permintaan Jokowi&amp;nbsp;melalui Praktikno yang menjabat sebagai Mensesneg.&#13;
&#13;
Mahfud mulanya menjelaskan, menurut Undang-undang (UU) calon Kapolri itu diusulkan oleh Presiden kepada DPR tanpa campur tangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi dalam praktik dibuat peraturan internal, nanti dipilih dulu oleh Kompolnas beberapa nama diserahkan ke Presiden,&amp;rdquo; kata Mahfud dalam wawancara di Youtube iNews, Kamis (5/11/2026).&#13;
&#13;
Saat itu, sebagai Ketua Kompolnas, ia meminta kepada seluruh anggotanya untuk mengusulkan sejumlah nama. Hingga di rapat pleno, calon Kapolri itu dimasukkan ke dalam sebuah ranking. Saat itu, kata dia, muncul tiga nama bintang 3 dan 2 nama bintang 2.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah dalam fungsi itulah, saya selaku kompolnas mulai dari Kompolnas silahkan yang anggota-anggota itu membuat usul, muncul lah beberapa nama. Terus saya undang pleno, lalu kita bikin skor lagi, muncul lah tiga nama bintang 3 dan 2 nama bintang 2,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Adapun 3 nama terbaik yang disampaikan Mahfud untuk dicalonkan dari Kompolnas sebagai Kapolri saat itu yakni Komjen Arief Sulistyanto, Komjen Boy Rafli Amar dan Agus Andrianto yang kini menjadi Menteri Imipas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin, Pak Jokowi sebagai presiden ingin memilih dari yang bintang 2, kita sediakan bintang 2 yang terbaik ada 2 pak, ini namanya Ahmad Dofiri bintang 2, kalau mau dijadikan Kapolri, paginya diangkat bintang 3, sorenya diangkat Kapolri kan bisa. Lalu yang ketiga itu Agung (Irjen Agung Setya) waktu itu menjadi Kapolda Riau,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dari daftar bintang 3 dan 2 itu, kata Mahfud tidak ada namanya Listyo Sigit Prabowo. Namun, ia diminta oleh Pratikno yang saat itu menjabat sebagai Menseseneg untuk memasukkan nama Listyo Sigit ke dalam tiga besar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kita kasih bintang 3 dan bintang 2. Yang lain itu ada ranking-ranking bawah karena banyak kan bintang 2 ke atas itu. Pak Listyo itu diminta dimasukkan ketiga besar, yang minta itu Mensesneg Pak Pratikno,&amp;rdquo; cerita Mahfud.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ketika saya komunikasi, kami/Kompolnas sudah kasih skor, nilai terbaik dari berbagai segi, lalu masuk Pak Praktikno supaya Listyo Sigit itu dimasukkan,&amp;rdquo; sambung dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada saat itu, Kompolnas tidak menolak, sebab itu permintaan Presiden. Ia pun tak menampik, bahwa ada syaray lain yang bersifat subjektif yang mana Presiden merasa cocok memilih seseorang untuk menjadi Kapolri saat itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita kan gak bisa nolak, wong itu bukan seleksi, wong itu permintaan presiden, kan ada syarat lain yang sifatnya subjektif chemistry presiden, presiden merasa chemistry-nya Listyo. Jadi Listyo yang ada dibawah kita naikkan ke atas,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan Pak Pratikno ketika itu minta di suratnya supaya disebutkan abjad bukan ranking, karena nanti kalau rangking nanti Listyo di bawah. Itu ranking juga, karena dia sebenarnya nomor tujuh tapi naik ke atas,&amp;rdquo; lanjut dia.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, proses pemilihan Kapolri itu bisa dilakukan tanpa melalui Kompolnas. Ia mencontohkan pengangkatan Jenderal Suyudi Ario Seto yang kini menjadi Kapolri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bukan rahasia, besok pun melakukan seperti itu gak apa apa itu presiden, tidak lewat kompolnas bisa langsung tunjuk sendiri, kayak kemaren kayaknya ngga lewat kompolnas karena mendadakan yang (pengangkatan) Pak Suyudi,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
Mahfud juga mengungkap bahwa proses pemilihan seperti itu juga pernah dilakukan pemimpin lainnya, salah satunya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena ngga harus lewat Kompolnas, tapi Pak Jokowi minta saran dari Kompolnas. Itu juga dulu begitu, Pak SBY dan sebagainya melakukan hal-hal seperti itu,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masuknya Listyo itu atas permintaan Pak Jokowi sendiri, meskipun dia (Listyo) ngga masuk dalam ranking di internal Kompolnas. kita aja yang masukan, karena setelah rapat itu dia ngga masuk saya komunikasi &amp;lsquo;pak ini udah selesai, ini urutannya&amp;rsquo;, abis itu Pratikno minta Listyo dimasukkan ketiga besar,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menceritakan detik-detik terpilihnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri periode 2021-2026. Ia mengatakan, terpilihnya Listyo sebagai Kapolri atas permintaan Jokowi&amp;nbsp;melalui Praktikno yang menjabat sebagai Mensesneg.&#13;
&#13;
Mahfud mulanya menjelaskan, menurut Undang-undang (UU) calon Kapolri itu diusulkan oleh Presiden kepada DPR tanpa campur tangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tetapi dalam praktik dibuat peraturan internal, nanti dipilih dulu oleh Kompolnas beberapa nama diserahkan ke Presiden,&amp;rdquo; kata Mahfud dalam wawancara di Youtube iNews, Kamis (5/11/2026).&#13;
&#13;
Saat itu, sebagai Ketua Kompolnas, ia meminta kepada seluruh anggotanya untuk mengusulkan sejumlah nama. Hingga di rapat pleno, calon Kapolri itu dimasukkan ke dalam sebuah ranking. Saat itu, kata dia, muncul tiga nama bintang 3 dan 2 nama bintang 2.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah dalam fungsi itulah, saya selaku kompolnas mulai dari Kompolnas silahkan yang anggota-anggota itu membuat usul, muncul lah beberapa nama. Terus saya undang pleno, lalu kita bikin skor lagi, muncul lah tiga nama bintang 3 dan 2 nama bintang 2,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Adapun 3 nama terbaik yang disampaikan Mahfud untuk dicalonkan dari Kompolnas sebagai Kapolri saat itu yakni Komjen Arief Sulistyanto, Komjen Boy Rafli Amar dan Agus Andrianto yang kini menjadi Menteri Imipas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mungkin, Pak Jokowi sebagai presiden ingin memilih dari yang bintang 2, kita sediakan bintang 2 yang terbaik ada 2 pak, ini namanya Ahmad Dofiri bintang 2, kalau mau dijadikan Kapolri, paginya diangkat bintang 3, sorenya diangkat Kapolri kan bisa. Lalu yang ketiga itu Agung (Irjen Agung Setya) waktu itu menjadi Kapolda Riau,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
Dari daftar bintang 3 dan 2 itu, kata Mahfud tidak ada namanya Listyo Sigit Prabowo. Namun, ia diminta oleh Pratikno yang saat itu menjabat sebagai Menseseneg untuk memasukkan nama Listyo Sigit ke dalam tiga besar.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kita kasih bintang 3 dan bintang 2. Yang lain itu ada ranking-ranking bawah karena banyak kan bintang 2 ke atas itu. Pak Listyo itu diminta dimasukkan ketiga besar, yang minta itu Mensesneg Pak Pratikno,&amp;rdquo; cerita Mahfud.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi ketika saya komunikasi, kami/Kompolnas sudah kasih skor, nilai terbaik dari berbagai segi, lalu masuk Pak Praktikno supaya Listyo Sigit itu dimasukkan,&amp;rdquo; sambung dia.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pada saat itu, Kompolnas tidak menolak, sebab itu permintaan Presiden. Ia pun tak menampik, bahwa ada syaray lain yang bersifat subjektif yang mana Presiden merasa cocok memilih seseorang untuk menjadi Kapolri saat itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita kan gak bisa nolak, wong itu bukan seleksi, wong itu permintaan presiden, kan ada syarat lain yang sifatnya subjektif chemistry presiden, presiden merasa chemistry-nya Listyo. Jadi Listyo yang ada dibawah kita naikkan ke atas,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dan Pak Pratikno ketika itu minta di suratnya supaya disebutkan abjad bukan ranking, karena nanti kalau rangking nanti Listyo di bawah. Itu ranking juga, karena dia sebenarnya nomor tujuh tapi naik ke atas,&amp;rdquo; lanjut dia.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, proses pemilihan Kapolri itu bisa dilakukan tanpa melalui Kompolnas. Ia mencontohkan pengangkatan Jenderal Suyudi Ario Seto yang kini menjadi Kapolri.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini bukan rahasia, besok pun melakukan seperti itu gak apa apa itu presiden, tidak lewat kompolnas bisa langsung tunjuk sendiri, kayak kemaren kayaknya ngga lewat kompolnas karena mendadakan yang (pengangkatan) Pak Suyudi,&amp;rdquo; jelas dia.&#13;
&#13;
Mahfud juga mengungkap bahwa proses pemilihan seperti itu juga pernah dilakukan pemimpin lainnya, salah satunya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Karena ngga harus lewat Kompolnas, tapi Pak Jokowi minta saran dari Kompolnas. Itu juga dulu begitu, Pak SBY dan sebagainya melakukan hal-hal seperti itu,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masuknya Listyo itu atas permintaan Pak Jokowi sendiri, meskipun dia (Listyo) ngga masuk dalam ranking di internal Kompolnas. kita aja yang masukan, karena setelah rapat itu dia ngga masuk saya komunikasi &amp;lsquo;pak ini udah selesai, ini urutannya&amp;rsquo;, abis itu Pratikno minta Listyo dimasukkan ketiga besar,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
