<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas HAM Turun Tangan Usut Bentrokan Maulid di Pidie Aceh, Desak Korban Diautopsi</title><description>Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan pemantauan terkait bentrokan yang terjadi saat acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari/Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengungkap fakta dan mendalami kronologi peristiwa.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/06/337/3252492/komnas-ham-turun-tangan-usut-bentrokan-maulid-di-pidie-aceh-desak-korban-diautopsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/06/337/3252492/komnas-ham-turun-tangan-usut-bentrokan-maulid-di-pidie-aceh-desak-korban-diautopsi"/><item><title>Komnas HAM Turun Tangan Usut Bentrokan Maulid di Pidie Aceh, Desak Korban Diautopsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/06/337/3252492/komnas-ham-turun-tangan-usut-bentrokan-maulid-di-pidie-aceh-desak-korban-diautopsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/06/337/3252492/komnas-ham-turun-tangan-usut-bentrokan-maulid-di-pidie-aceh-desak-korban-diautopsi</guid><pubDate>Jum'at 06 November 2026 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/06/337/3252492/ketua_komnas_ham-bHTJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/06/337/3252492/ketua_komnas_ham-bHTJ_large.jpg</image><title>Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan pemantauan terkait bentrokan yang terjadi saat acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari/Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengungkap fakta dan mendalami kronologi peristiwa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komnas HAM akan segera melakukan pemantauan untuk mendapatkan fakta-fakta dari peristiwa ini. Pemantauan lapangan guna mendalami kronologi peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian,&amp;quot; ujar Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, Jumat (6/11/2026).&#13;
&#13;
Selain melakukan pemantauan, Komnas HAM mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan berbasis scientific crime investigation. Polisi juga diminta melakukan autopsi terhadap korban meninggal dunia serta memeriksa korban luka lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memeriksa terduga pelaku serta memberikan akses keadilan bagi korban agar peristiwa yang sama tidak terulang di kemudian hari,&amp;quot; lanjut Anis.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Komnas HAM turut mendesak pemerintah segera menyelesaikan akar permasalahan dan mengantisipasi potensi eskalasi konflik sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan akar masalah dan melakukan antisipasi eskalasi guna mencegah konflik sosial yang akan terjadi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Komnas HAM meminta pemerintah memastikan para korban luka mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Pemerintah juga diminta menjamin pemulihan hak-hak korban dan keluarga secara komprehensif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mendesak pemerintah untuk memastikan agar para korban luka segera mendapatkan penanganan medis yang maksimal, serta menjamin upaya pemulihan hak-hak korban dan keluarganya secara komprehensif,&amp;quot; beber Anis.&#13;
&#13;
Komnas HAM juga meminta seluruh pihak menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif dan transparan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif serta transparan demi tegaknya keadilan dan hak asasi manusia,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, bentrokan antara personel TNI AD dari Kodim 0102/Pidie dan warga terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut diduga dipicu penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di lokasi kegiatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, sebelum penertiban dilakukan, aparat TNI-Polri telah melakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara. Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.&#13;
&#13;
Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga dilaporkan membawa senjata tajam.&#13;
&#13;
Menurut keterangan TNI AD, aparat kemudian melakukan pengamanan secara bertahap dengan melepaskan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.&#13;
&#13;
Bentrokan tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Abzalul Riza meninggal dunia dan belasan warga lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan melakukan pemantauan terkait bentrokan yang terjadi saat acara kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari/Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengungkap fakta dan mendalami kronologi peristiwa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Komnas HAM akan segera melakukan pemantauan untuk mendapatkan fakta-fakta dari peristiwa ini. Pemantauan lapangan guna mendalami kronologi peristiwa secara utuh melalui pengumpulan fakta, bahan, dan keterangan di lokasi kejadian,&amp;quot; ujar Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, Jumat (6/11/2026).&#13;
&#13;
Selain melakukan pemantauan, Komnas HAM mendesak aparat penegak hukum melakukan penyelidikan berbasis scientific crime investigation. Polisi juga diminta melakukan autopsi terhadap korban meninggal dunia serta memeriksa korban luka lainnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Memeriksa terduga pelaku serta memberikan akses keadilan bagi korban agar peristiwa yang sama tidak terulang di kemudian hari,&amp;quot; lanjut Anis.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Komnas HAM turut mendesak pemerintah segera menyelesaikan akar permasalahan dan mengantisipasi potensi eskalasi konflik sosial.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan akar masalah dan melakukan antisipasi eskalasi guna mencegah konflik sosial yang akan terjadi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain itu, Komnas HAM meminta pemerintah memastikan para korban luka mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Pemerintah juga diminta menjamin pemulihan hak-hak korban dan keluarga secara komprehensif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mendesak pemerintah untuk memastikan agar para korban luka segera mendapatkan penanganan medis yang maksimal, serta menjamin upaya pemulihan hak-hak korban dan keluarganya secara komprehensif,&amp;quot; beber Anis.&#13;
&#13;
Komnas HAM juga meminta seluruh pihak menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif dan transparan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendukung proses pengungkapan fakta secara objektif serta transparan demi tegaknya keadilan dan hak asasi manusia,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya, bentrokan antara personel TNI AD dari Kodim 0102/Pidie dan warga terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Insiden tersebut diduga dipicu penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di lokasi kegiatan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, sebelum penertiban dilakukan, aparat TNI-Polri telah melakukan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara. Namun, upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan karena panitia tetap mempertahankan pengibaran bendera tersebut.&#13;
&#13;
Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga dilaporkan membawa senjata tajam.&#13;
&#13;
Menurut keterangan TNI AD, aparat kemudian melakukan pengamanan secara bertahap dengan melepaskan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.&#13;
&#13;
Bentrokan tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Abzalul Riza meninggal dunia dan belasan warga lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
