<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disebut Jadi Target Penyadapan, Said Iqbal: Itu Risiko Perjuangan</title><description>Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengaku tidak mempermasalahkan kabar dirinya masuk dalam daftar target penyadapan ilegal, yang dikaitkan dengan Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak lainnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan risiko dalam perjuangan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/07/337/3252689/disebut-jadi-target-penyadapan-said-iqbal-itu-risiko-perjuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/07/337/3252689/disebut-jadi-target-penyadapan-said-iqbal-itu-risiko-perjuangan"/><item><title>Disebut Jadi Target Penyadapan, Said Iqbal: Itu Risiko Perjuangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/07/337/3252689/disebut-jadi-target-penyadapan-said-iqbal-itu-risiko-perjuangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/07/337/3252689/disebut-jadi-target-penyadapan-said-iqbal-itu-risiko-perjuangan</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2026 14:50 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/07/337/3252689/said_iqbal-eWSX_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Buruh, Said Iqbal  (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/07/337/3252689/said_iqbal-eWSX_large.jpg</image><title>Presiden Buruh, Said Iqbal  (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengaku tidak mempermasalahkan kabar dirinya masuk dalam daftar target penyadapan ilegal, yang dikaitkan dengan Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak lainnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan risiko dalam perjuangan.&#13;
&#13;
Said mengaku baru mengetahui informasi mengenai namanya yang disebut masuk daftar target penyadapan dari pemberitaan media. Meski demikian, ia memilih untuk tidak ambil pusing dengan kabar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya nomor 42, kan? Nomor 42, saya disadap. Apa sikap saya? Biasa-biasa saja. Itu risiko perjuangan para aktivis. Kalau kamu berani memadamkan api atau membakar api, harus berani terbakar. Jadi itu biasa-biasa saja,&amp;quot; kata Said saat ditemui di Plaza Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terkait persoalan tersebut, Said menyerahkan proses penyidikan kepada aparat sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan diadu domba dengan hoaks-hoaks yang berkembang. Biarlah kita serahkan Mabes Polri agar Mabes Polri melakukan tugasnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Said turut menyerukan agar seluruh jajaran Polri tetap bersatu dan tidak terpecah belah dalam menghadapi persoalan tersebut. Ia mengingatkan, soliditas kepolisian penting untuk menjaga stabilitas keamanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan diadu domba karena kalau Polri lemah, maka stabilitas keamanan umum juga akan lemah. Jangan diadu domba. Jangan kejadian dan juga Polri harus bersinergi dengan TNI,&amp;quot; ucap Said.&#13;
&#13;
Ia juga berharap kebijakan yang dijalankan Kapolri tetap mengedepankan soliditas internal Polri. Menurutnya, kepolisian tidak boleh terpecah karena buruh tetap menaruh dukungan terhadap Polri dan TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kebijakan yang dijalankan oleh Kapolri yang baru tetap menjaga soliditas Polri. Polri nggak boleh berpecah. Kita cinta Polri, buruh cinta TNI, buruh cinta Polri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengaku tidak mempermasalahkan kabar dirinya masuk dalam daftar target penyadapan ilegal, yang dikaitkan dengan Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak lainnya. Menurutnya, hal tersebut merupakan risiko dalam perjuangan.&#13;
&#13;
Said mengaku baru mengetahui informasi mengenai namanya yang disebut masuk daftar target penyadapan dari pemberitaan media. Meski demikian, ia memilih untuk tidak ambil pusing dengan kabar tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya nomor 42, kan? Nomor 42, saya disadap. Apa sikap saya? Biasa-biasa saja. Itu risiko perjuangan para aktivis. Kalau kamu berani memadamkan api atau membakar api, harus berani terbakar. Jadi itu biasa-biasa saja,&amp;quot; kata Said saat ditemui di Plaza Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terkait persoalan tersebut, Said menyerahkan proses penyidikan kepada aparat sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan diadu domba dengan hoaks-hoaks yang berkembang. Biarlah kita serahkan Mabes Polri agar Mabes Polri melakukan tugasnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Said turut menyerukan agar seluruh jajaran Polri tetap bersatu dan tidak terpecah belah dalam menghadapi persoalan tersebut. Ia mengingatkan, soliditas kepolisian penting untuk menjaga stabilitas keamanan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jangan diadu domba karena kalau Polri lemah, maka stabilitas keamanan umum juga akan lemah. Jangan diadu domba. Jangan kejadian dan juga Polri harus bersinergi dengan TNI,&amp;quot; ucap Said.&#13;
&#13;
Ia juga berharap kebijakan yang dijalankan Kapolri tetap mengedepankan soliditas internal Polri. Menurutnya, kepolisian tidak boleh terpecah karena buruh tetap menaruh dukungan terhadap Polri dan TNI.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kebijakan yang dijalankan oleh Kapolri yang baru tetap menjaga soliditas Polri. Polri nggak boleh berpecah. Kita cinta Polri, buruh cinta TNI, buruh cinta Polri,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
