<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.000 Meter</title><description>Masyarakat diimbau untuk mewaspadai sebaran abu vulkanik Gunung Dukono. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252657/gunung-dukono-kembali-erupsi-kolom-abu-mencapai-1-000-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252657/gunung-dukono-kembali-erupsi-kolom-abu-mencapai-1-000-meter"/><item><title>Gunung Dukono Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1.000 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252657/gunung-dukono-kembali-erupsi-kolom-abu-mencapai-1-000-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252657/gunung-dukono-kembali-erupsi-kolom-abu-mencapai-1-000-meter</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2026 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/07/340/3252657/gunung_dukono-a9wU_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono kembali erupsi pada 7 November 2026.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/07/340/3252657/gunung_dukono-a9wU_large.jpeg</image><title>Gunung Dukono kembali erupsi pada 7 November 2026.</title></images><description>JAKARTA - Gunung Dukono di Maluku Utara mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pukul 12.26 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak (sekitar 2.087 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,&amp;rdquo; tulis PVMBG dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 38,18 detik. Saat ini, Gunung Dukono masih berada pada Status Level II (Waspada).&#13;
&#13;
Sehubungan dengan status tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.&#13;
&#13;
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi sebaran abu vulkanik yang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah serta kecepatan angin. Mengingat letusan yang disertai abu terjadi secara periodik, wilayah terdampak abu tidak selalu sama.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono direkomendasikan untuk selalu menyiapkan dan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu guna menghindari gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Dukono di Maluku Utara mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pukul 12.26 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak (sekitar 2.087 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara,&amp;rdquo; tulis PVMBG dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 38,18 detik. Saat ini, Gunung Dukono masih berada pada Status Level II (Waspada).&#13;
&#13;
Sehubungan dengan status tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.&#13;
&#13;
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi sebaran abu vulkanik yang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah serta kecepatan angin. Mengingat letusan yang disertai abu terjadi secara periodik, wilayah terdampak abu tidak selalu sama.&#13;
&#13;
Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Dukono direkomendasikan untuk selalu menyiapkan dan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat terjadi hujan abu guna menghindari gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
