<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter</title><description>Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pukul 17.02 WIT. Tinggi kolom abu teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 3.087 meter di atas permukaan laut.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252706/gunung-dukono-erupsi-sore-ini-kolom-abu-mencapai-2-000-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252706/gunung-dukono-erupsi-sore-ini-kolom-abu-mencapai-2-000-meter"/><item><title>Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Kolom Abu Mencapai 2.000 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252706/gunung-dukono-erupsi-sore-ini-kolom-abu-mencapai-2-000-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252706/gunung-dukono-erupsi-sore-ini-kolom-abu-mencapai-2-000-meter</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2026 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/07/340/3252706/gunung_dukono_erupsi-nUlK_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Dukono Erupsi (foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/07/340/3252706/gunung_dukono_erupsi-nUlK_large.jpg</image><title>Gunung Dukono Erupsi (foto: PVMBG)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pukul 17.02 WIT. Tinggi kolom abu teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 3.087 meter di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 54,33 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&amp;quot; demikian keterangan PVMBG dalam laporannya, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada). PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono, termasuk pengunjung dan wisatawan, untuk tidak melakukan aktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sebaran abu vulkanik yang dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,&amp;quot; demikian keterangan PVMBG.&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono juga direkomendasikan untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut. Perlengkapan tersebut dapat digunakan saat terjadi hujan abu vulkanik guna menghindari gangguan pada sistem pernapasan.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pukul 17.02 WIT. Tinggi kolom abu teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 3.087 meter di atas permukaan laut.&#13;
&#13;
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 54,33 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,&amp;quot; demikian keterangan PVMBG dalam laporannya, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Saat ini, Gunung Dukono berada pada Status Level II (Waspada). PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono, termasuk pengunjung dan wisatawan, untuk tidak melakukan aktivitas, mendaki, maupun mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sebaran abu vulkanik yang dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,&amp;quot; demikian keterangan PVMBG.&#13;
&#13;
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono juga direkomendasikan untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut. Perlengkapan tersebut dapat digunakan saat terjadi hujan abu vulkanik guna menghindari gangguan pada sistem pernapasan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
