<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tergiur Gaji Rp40 Juta, Pria Tulungagung Nyaris Jadi Tentara Bayaran Rusia</title><description>Seorang pria berinisial SA (36) nyaris menjadi tentara bayaran di Rusia, setelah tergiur tawaran gaji Rp40 juta per bulan dan uang kontrak sebesar Rp400 juta.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252751/tergiur-gaji-rp40-juta-pria-tulungagung-nyaris-jadi-tentara-bayaran-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252751/tergiur-gaji-rp40-juta-pria-tulungagung-nyaris-jadi-tentara-bayaran-rusia"/><item><title>Tergiur Gaji Rp40 Juta, Pria Tulungagung Nyaris Jadi Tentara Bayaran Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252751/tergiur-gaji-rp40-juta-pria-tulungagung-nyaris-jadi-tentara-bayaran-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/07/340/3252751/tergiur-gaji-rp40-juta-pria-tulungagung-nyaris-jadi-tentara-bayaran-rusia</guid><pubDate>Sabtu 07 November 2026 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/07/340/3252751/tentara-0vxc_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi Tentara (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/07/340/3252751/tentara-0vxc_large.jpg</image><title>Illustrasi Tentara (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
TULUNGAGUNG - Seorang pria berinisial SA (36) nyaris menjadi tentara bayaran di Rusia, setelah tergiur tawaran gaji Rp40 juta per bulan dan uang kontrak sebesar Rp400 juta.&#13;
&#13;
Warga asal Kalimantan yang berdomisili di Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, itu akhirnya membatalkan keberangkatannya setelah uang kontrak yang dijanjikan tidak kunjung dibayarkan.&#13;
&#13;
SA sebelumnya menemukan iklan perekrutan tentara bayaran Rusia melalui media sosial. Tergiur dengan iming-iming penghasilan besar, ia kemudian mengikuti proses perekrutan yang difasilitasi seorang agen.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Muhamad Ardian Candra mengatakan, dalam prosesnya, SA diminta mengurus paspor dan visa. Bahkan, untuk memuluskan keberangkatan, ia diarahkan mengaku sebagai wisatawan dengan tujuan Turki.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rencananya, setelah tiba di Turki, SA akan diberangkatkan menuju Rusia untuk bergabung sebagai tentara bayaran,&amp;quot; kata Ardian, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, kata dia, setelah seluruh dokumen perjalanan selesai diurus dan SA tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, uang kontrak sebesar Rp400 juta yang dijanjikan agen ternyata tidak kunjung dikirimkan.&#13;
&#13;
Merasa ada kejanggalan, SA akhirnya memutuskan membatalkan keberangkatannya. Ia kemudian meminta perlindungan kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).&#13;
&#13;
&amp;quot;SA dipulangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta,&amp;quot; bebernya.&#13;
&#13;
Ia pun meminta kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan besar, terlebih jika berkaitan dengan perekrutan tentara bayaran di luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa, keterlibatan warga negara Indonesia dalam dinas militer asing juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk risiko kehilangan kewarganegaraan Indonesia,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas perusahaan maupun pihak perekrut sebelum menerima tawaran pekerjaan di luar negeri.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
TULUNGAGUNG - Seorang pria berinisial SA (36) nyaris menjadi tentara bayaran di Rusia, setelah tergiur tawaran gaji Rp40 juta per bulan dan uang kontrak sebesar Rp400 juta.&#13;
&#13;
Warga asal Kalimantan yang berdomisili di Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, itu akhirnya membatalkan keberangkatannya setelah uang kontrak yang dijanjikan tidak kunjung dibayarkan.&#13;
&#13;
SA sebelumnya menemukan iklan perekrutan tentara bayaran Rusia melalui media sosial. Tergiur dengan iming-iming penghasilan besar, ia kemudian mengikuti proses perekrutan yang difasilitasi seorang agen.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Muhamad Ardian Candra mengatakan, dalam prosesnya, SA diminta mengurus paspor dan visa. Bahkan, untuk memuluskan keberangkatan, ia diarahkan mengaku sebagai wisatawan dengan tujuan Turki.&#13;
&#13;
&amp;quot;Rencananya, setelah tiba di Turki, SA akan diberangkatkan menuju Rusia untuk bergabung sebagai tentara bayaran,&amp;quot; kata Ardian, Sabtu (7/11/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, kata dia, setelah seluruh dokumen perjalanan selesai diurus dan SA tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, uang kontrak sebesar Rp400 juta yang dijanjikan agen ternyata tidak kunjung dikirimkan.&#13;
&#13;
Merasa ada kejanggalan, SA akhirnya memutuskan membatalkan keberangkatannya. Ia kemudian meminta perlindungan kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).&#13;
&#13;
&amp;quot;SA dipulangkan melalui Bandara Soekarno-Hatta,&amp;quot; bebernya.&#13;
&#13;
Ia pun meminta kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan besar, terlebih jika berkaitan dengan perekrutan tentara bayaran di luar negeri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selain berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa, keterlibatan warga negara Indonesia dalam dinas militer asing juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk risiko kehilangan kewarganegaraan Indonesia,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas perusahaan maupun pihak perekrut sebelum menerima tawaran pekerjaan di luar negeri.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
