<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penembakan Brutal di Alun-Alun Polandia, 6 Orang Tewas dan 15 Terluka</title><description>Enam orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam insiden penembakan brutal di pusat Kota Krakow, Polandia selatan. Korban luka termasuk petugas kepolisian dan warga negara asing.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/08/18/3252843/penembakan-brutal-di-alun-alun-polandia-6-orang-tewas-dan-15-terluka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/08/18/3252843/penembakan-brutal-di-alun-alun-polandia-6-orang-tewas-dan-15-terluka"/><item><title>Penembakan Brutal di Alun-Alun Polandia, 6 Orang Tewas dan 15 Terluka</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/08/18/3252843/penembakan-brutal-di-alun-alun-polandia-6-orang-tewas-dan-15-terluka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/08/18/3252843/penembakan-brutal-di-alun-alun-polandia-6-orang-tewas-dan-15-terluka</guid><pubDate>Minggu 08 November 2026 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/08/18/3252843/penembakan-murJ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penembakan di Alun-Alun Polandia (Foto: Aljazeera)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/08/18/3252843/penembakan-murJ_large.jpg</image><title>Penembakan di Alun-Alun Polandia (Foto: Aljazeera)</title></images><description>JAKARTA - Enam orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam insiden penembakan brutal di pusat Kota Krakow, Polandia selatan. Korban luka termasuk petugas kepolisian dan warga negara asing.&#13;
&#13;
Polisi setempat menjelaskan kronologi penembakan berawal saat seorang pria mengendarai mobil menuju Alun-Alun Pasar Utama Krakow sekitar pukul 15.00 waktu setempat (14.00 GMT), Sabtu 7 November 2026. Pria tersebut kemudian &amp;quot;mulai menembak orang-orang secara acak dari dalam mobilnya&amp;quot;.&#13;
&#13;
Akibat penembakan itu, empat perempuan dan dua laki-laki dilaporkan tewas. Petugas kepolisian kemudian menembak dan menangkap pria tersebut. Polisi menyebut pelaku beraksi seorang diri. &amp;nbsp;Setelah ditangkap, tersangka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka-luka yang dideritanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Kepala Kepolisian Polandia, Marek Boron, seorang warga negara Inggris termasuk di antara korban tewas. Sementara itu, lima warga negara asing lainnya termasuk dalam daftar korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit.&#13;
&#13;
Dua korban lainnya belum berhasil diidentifikasi. Hingga kini, pihak berwenang juga belum mengungkapkan kewarganegaraan seluruh korban.&#13;
&#13;
Kementerian Dalam Negeri Polandia mengonfirmasi tersangka merupakan warga negara Polandia. Menurut Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski mengatakan, pria tersebut diduga tertarik pada ideologi sayap kanan ekstrem dan memiliki pandangan ultra-nasionalis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat penangkapan, petugas menggunakan senjata mereka, tetapi pria itu membalas tembakan; akibatnya, dua petugas polisi termasuk di antara yang terluka,&amp;rdquo; kata seorang juru bicara polisi, melansir Aljazeera, Minggu (8/11/2026).&#13;
&#13;
Kierwinski mengatakan, salah satu petugas kepolisian yang terluka berada dalam kondisi kritis. Dia juga mengonfirmasi lima warga negara asing termasuk di antara korban luka yang dirawat di rumah sakit, sedangkan satu warga negara asing lainnya tewas dalam insiden tersebut.&#13;
&#13;
Selain itu, sejumlah senjata ditemukan di dalam mobil yang dikendarai tersangka. Menurut keterangan polisi, pria tersebut mengenakan pakaian bergaya militer dan menggunakan senapan semiotomatis yang menyerupai AR-15 buatan Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk melalui unggahan di media sosial X memuji respons polisi yang &amp;quot;heroik&amp;quot; dalam menangani penembakan tragis tersebut. Tusk kemudian menyebut insiden penembakan itu sebagai tindakan terorisme saat berbicara kepada wartawan di Krakow.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga saat ini di Polandia, kami belum pernah mengalami kasus terorisme yang begitu drastis,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itulah sebutan yang tepat untuk serangan kejam terhadap nyawa manusia di Krakow ini,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Tusk juga mengumumkan dua hari masa berkabung nasional. Dia mengungkapkan, tiga jenazah, yakni dua perempuan dan seorang pria, ditemukan di rumah tersangka.&#13;
&#13;
Menurut Tusk, terdapat banyak indikasi bahwa mereka adalah anggota keluarga dekat tersangka. &amp;ldquo;Saya terus mendapat informasi dari Menteri Dalam Negeri tentang situasi di Krakow,&amp;rdquo; tulisnya di X.&#13;
&#13;
Polisi juga sedang menyelidiki latar belakang dan semua keadaan serangan tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Presiden Polandia Karol Nawrocki turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban, keluarga, serta seluruh pihak yang terdampak penembakan tersebut. Nawrocki mengatakan dirinya menunggu penjelasan lengkap mengenai keadaan yang melingkupi peristiwa dramatis ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia pun menegaskan keselamatan warga Polandia merupakan prioritas utama.&#13;
&#13;
Adapun Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan dirinya menerima banyak ungkapan belasungkawa dari berbagai negara. &amp;ldquo;Saya menerima puluhan pesan dari menteri luar negeri dari seluruh dunia yang menyampaikan belasungkawa mereka,&amp;rdquo; katanya melalui media sosial.&#13;
&#13;
Duta Besar Amerika Serikat untuk Polandia, Tom Rose, menyebut insiden tersebut sebagai penembakan massal yang mengerikan, serangan brutal dan kejam yang telah menghancurkan kedamaian Polandia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Amerika berdiri bersama Polandia di saat-saat kelam ini, sebagaimana Polandia berdiri bersama warga Krakow tercintanya,&amp;rdquo; tulisnya di X.&#13;
&#13;
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga menyampaikan rasa duka atas peristiwa tersebut. Dia mengaku terkejut dan sedih atas penembakan mengerikan itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya turut berduka cita kepada keluarga korban yang telah meninggal, semua yang terluka, dan semua yang terkena dampak kekerasan yang tidak masuk akal ini,&amp;rdquo; tulisnya di X.&#13;
&#13;
Kanselir Jerman Friedrich Merz turut menyampaikan solidaritas kepada Polandia. Dia mengatakan Jerman berdiri bahu-membahu dengan Polandia sebagai teman dan mitra selama masa-masa sulit ini.&#13;
&#13;
Krakow merupakan kota terbesar kedua di Polandia yang terletak sekitar 250 kilometer di selatan ibu kota Warsawa. Kota tersebut menjadi salah satu destinasi wisata populer dan menarik sekitar 15 juta pengunjung setiap tahunnya.&#13;
&#13;
Penembakan yang menyebabkan korban jiwa tergolong sangat jarang terjadi di Polandia, negara anggota Uni Eropa dan NATO yang memiliki populasi sekitar 38 juta jiwa. Meski demikian, Polandia saat ini berada dalam status siaga tinggi menyusul serangkaian insiden penusukan pada Oktober lalu. Perdana Menteri Donald Tusk sebelumnya mengecam fenomena tersebut sebagai &amp;quot;kultus kekerasan&amp;quot;.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Enam orang tewas dan 15 lainnya terluka dalam insiden penembakan brutal di pusat Kota Krakow, Polandia selatan. Korban luka termasuk petugas kepolisian dan warga negara asing.&#13;
&#13;
Polisi setempat menjelaskan kronologi penembakan berawal saat seorang pria mengendarai mobil menuju Alun-Alun Pasar Utama Krakow sekitar pukul 15.00 waktu setempat (14.00 GMT), Sabtu 7 November 2026. Pria tersebut kemudian &amp;quot;mulai menembak orang-orang secara acak dari dalam mobilnya&amp;quot;.&#13;
&#13;
Akibat penembakan itu, empat perempuan dan dua laki-laki dilaporkan tewas. Petugas kepolisian kemudian menembak dan menangkap pria tersebut. Polisi menyebut pelaku beraksi seorang diri. &amp;nbsp;Setelah ditangkap, tersangka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan akibat luka-luka yang dideritanya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Kepala Kepolisian Polandia, Marek Boron, seorang warga negara Inggris termasuk di antara korban tewas. Sementara itu, lima warga negara asing lainnya termasuk dalam daftar korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit.&#13;
&#13;
Dua korban lainnya belum berhasil diidentifikasi. Hingga kini, pihak berwenang juga belum mengungkapkan kewarganegaraan seluruh korban.&#13;
&#13;
Kementerian Dalam Negeri Polandia mengonfirmasi tersangka merupakan warga negara Polandia. Menurut Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski mengatakan, pria tersebut diduga tertarik pada ideologi sayap kanan ekstrem dan memiliki pandangan ultra-nasionalis.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saat penangkapan, petugas menggunakan senjata mereka, tetapi pria itu membalas tembakan; akibatnya, dua petugas polisi termasuk di antara yang terluka,&amp;rdquo; kata seorang juru bicara polisi, melansir Aljazeera, Minggu (8/11/2026).&#13;
&#13;
Kierwinski mengatakan, salah satu petugas kepolisian yang terluka berada dalam kondisi kritis. Dia juga mengonfirmasi lima warga negara asing termasuk di antara korban luka yang dirawat di rumah sakit, sedangkan satu warga negara asing lainnya tewas dalam insiden tersebut.&#13;
&#13;
Selain itu, sejumlah senjata ditemukan di dalam mobil yang dikendarai tersangka. Menurut keterangan polisi, pria tersebut mengenakan pakaian bergaya militer dan menggunakan senapan semiotomatis yang menyerupai AR-15 buatan Amerika Serikat.&#13;
&#13;
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk melalui unggahan di media sosial X memuji respons polisi yang &amp;quot;heroik&amp;quot; dalam menangani penembakan tragis tersebut. Tusk kemudian menyebut insiden penembakan itu sebagai tindakan terorisme saat berbicara kepada wartawan di Krakow.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Hingga saat ini di Polandia, kami belum pernah mengalami kasus terorisme yang begitu drastis,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Itulah sebutan yang tepat untuk serangan kejam terhadap nyawa manusia di Krakow ini,&amp;rdquo; imbuhnya.&#13;
&#13;
Tusk juga mengumumkan dua hari masa berkabung nasional. Dia mengungkapkan, tiga jenazah, yakni dua perempuan dan seorang pria, ditemukan di rumah tersangka.&#13;
&#13;
Menurut Tusk, terdapat banyak indikasi bahwa mereka adalah anggota keluarga dekat tersangka. &amp;ldquo;Saya terus mendapat informasi dari Menteri Dalam Negeri tentang situasi di Krakow,&amp;rdquo; tulisnya di X.&#13;
&#13;
Polisi juga sedang menyelidiki latar belakang dan semua keadaan serangan tersebut.&#13;
&#13;
Sementara itu, Presiden Polandia Karol Nawrocki turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban, keluarga, serta seluruh pihak yang terdampak penembakan tersebut. Nawrocki mengatakan dirinya menunggu penjelasan lengkap mengenai keadaan yang melingkupi peristiwa dramatis ini.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia pun menegaskan keselamatan warga Polandia merupakan prioritas utama.&#13;
&#13;
Adapun Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski mengatakan dirinya menerima banyak ungkapan belasungkawa dari berbagai negara. &amp;ldquo;Saya menerima puluhan pesan dari menteri luar negeri dari seluruh dunia yang menyampaikan belasungkawa mereka,&amp;rdquo; katanya melalui media sosial.&#13;
&#13;
Duta Besar Amerika Serikat untuk Polandia, Tom Rose, menyebut insiden tersebut sebagai penembakan massal yang mengerikan, serangan brutal dan kejam yang telah menghancurkan kedamaian Polandia.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Amerika berdiri bersama Polandia di saat-saat kelam ini, sebagaimana Polandia berdiri bersama warga Krakow tercintanya,&amp;rdquo; tulisnya di X.&#13;
&#13;
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga menyampaikan rasa duka atas peristiwa tersebut. Dia mengaku terkejut dan sedih atas penembakan mengerikan itu.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya turut berduka cita kepada keluarga korban yang telah meninggal, semua yang terluka, dan semua yang terkena dampak kekerasan yang tidak masuk akal ini,&amp;rdquo; tulisnya di X.&#13;
&#13;
Kanselir Jerman Friedrich Merz turut menyampaikan solidaritas kepada Polandia. Dia mengatakan Jerman berdiri bahu-membahu dengan Polandia sebagai teman dan mitra selama masa-masa sulit ini.&#13;
&#13;
Krakow merupakan kota terbesar kedua di Polandia yang terletak sekitar 250 kilometer di selatan ibu kota Warsawa. Kota tersebut menjadi salah satu destinasi wisata populer dan menarik sekitar 15 juta pengunjung setiap tahunnya.&#13;
&#13;
Penembakan yang menyebabkan korban jiwa tergolong sangat jarang terjadi di Polandia, negara anggota Uni Eropa dan NATO yang memiliki populasi sekitar 38 juta jiwa. Meski demikian, Polandia saat ini berada dalam status siaga tinggi menyusul serangkaian insiden penusukan pada Oktober lalu. Perdana Menteri Donald Tusk sebelumnya mengecam fenomena tersebut sebagai &amp;quot;kultus kekerasan&amp;quot;.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
