<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter</title><description>&amp;lt;!--pagebreak--&amp;gt;&#13;
&#13;
PVMBG meminta masyarakat agar terap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/08/340/3252810/gunung-semeru-erupsi-lontarkan-abu-vulkanik-setinggi-500-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/11/08/340/3252810/gunung-semeru-erupsi-lontarkan-abu-vulkanik-setinggi-500-meter"/><item><title>Gunung Semeru Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/11/08/340/3252810/gunung-semeru-erupsi-lontarkan-abu-vulkanik-setinggi-500-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/11/08/340/3252810/gunung-semeru-erupsi-lontarkan-abu-vulkanik-setinggi-500-meter</guid><pubDate>Minggu 08 November 2026 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Zakky Mubarok Santosa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/11/08/340/3252810/viral-QLK3_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru Erupsi (foto: PVMBG)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/11/08/340/3252810/viral-QLK3_large.jpeg</image><title>Gunung Semeru Erupsi (foto: PVMBG)</title></images><description>JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu (8/11/2026).​ Erupsi tersebut terjadi dengan melontarkan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak atau 4.176 m di atas permukaan laut (mdpl).&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu erupsi Gunung Semeru itu bergerak condong ke arah barat daya serta barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi &amp;plusmn; 1 menit 43 detik,&amp;quot; tulis laporan PVMBG.&#13;
&#13;
Selain itu, tercatat hingga saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di wilayah tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokane, karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya perluasan awan panas dan aliran lahar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG meminta masyarakat agar terap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;quot; demikian keterangan PVMBG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Minggu (8/11/2026).​ Erupsi tersebut terjadi dengan melontarkan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak atau 4.176 m di atas permukaan laut (mdpl).&#13;
&#13;
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu erupsi Gunung Semeru itu bergerak condong ke arah barat daya serta barat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi &amp;plusmn; 1 menit 43 detik,&amp;quot; tulis laporan PVMBG.&#13;
&#13;
Selain itu, tercatat hingga saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di wilayah tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokane, karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya perluasan awan panas dan aliran lahar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
PVMBG meminta masyarakat agar terap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,&amp;quot; demikian keterangan PVMBG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
