Share

Kekerasan Pecah Ketika Ribuan Demonstran Menuntut Pengunduran Diri PM Haiti

Selasa 04 Oktober 2022 14:08 WIB
Kekerasan pecah di Port-au-Prince ketika ribuan warga turun ke jalan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Haiti Ariel Henry.
 
Akibat kurangnya bahan bakar dan kekerasan meluas, melumpuhkan ibukota selama berminggu-minggu
 
Awal September, geng kuat Haiti blokir akses ke terminal bahan bakar terbesar di Haiti, mengumumkan mereka tidak akan bergerak sampai Henry mengundurkan diri.
 
Bensin hanya dijual di pasar gelap dengan harga USD 30 atau Rp450 ribu per galon.
 
Kelangkaan dan biaya memaksa rumah sakit, perusahaan air botolan dan layanan utama saat otoritas kesehatan umumkan 8 kasus kolera teridentifikasi.
 
Tingginya biaya hidup telah mendorong banyak orang Haiti ke kemiskinan dan kelaparan. 
 
Haiti semakin tidak stabil sejak 7 Juli 2021 pembunuhan Presiden Jovenel Moïse, dengan geng-geng yang semakin kuat karena pemerintahan Henry belum memiliki tanggal untuk pemilihan umum yang dijadwalkan akan diadakan tahun lalu.
 
Sumber APTN

(fru)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini