Napi Bom Bali I Dibebaskan

SINDO/Ashadi IK, okezone · Senin 14 Mei 2007 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2007 05 14 1 20903

LAMONGAN
- Zahri bin Suhadak (46), narapidana kasus Bom Bali I yang ditahan di Lapas Lamongan, hari ini bebas. Warga Desa Taman Prijek Kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur ini masa tahanannya selama 4,5 tahun habis, setelah mendapat remisi selama 1,5 tahun. Dia pun kembali mengajar di Pondok Pesantren Al Islah Sedayu Lawas, Brondong, Lamongan.

Pelepasan napi Bom Bali I ini dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri Lamongan. Selain menandatangani sejumlah berkas, Zahri juga menyerahkan surat pembebasan bersyaratnya.

Zahri mengatakan, sebenarnya pembebasan yang diberikan kepadanya tidak dia suka. Dia mengaku lebih suka tetap tinggal di lapas. Karena, kemaksiatan dan kemudlorotan di luar sudah parah.

"Tapi saya tidak boleh egois. Selanjutnya saya akan kembali ke habitat saya di Pondok Pesantren Al Islah. Hanya, peristiwa yang menimpa saya selama ini, saya anggap sebagai pengalaman yang berharga," katanya kepada wartawan, Senin (14/5/2007).

Selain kerabat Zahri, terlihat diantara rombongan penjemput Zahri yaitu temannya saat di lapas yang juga terkait kasus teroris, Ustad Dipo.

Setelah dari kantor Kejaksaan Negeri Lamongan, ustad yang pernah mengajar di Ponpes putri Alikhlas Sedayu Lawas itu menaiki mobil warna biru menuju ke Balai Pemasyarakatan (bapas) Bojonegoro.

Sebab, meski sudah dinyatakan bebas, Zahri dikenai wajib lapor di Bapas Bojonegoro sebulan sekali. Sedangkan, Lapas Lamongan akan mengecek secara periodik sebulan sekali ke Bapas Bojonegoro.

Dengan bebasnya Zahri, narapidana di Lapas Lamongan yang dituduh terlibat dalam kasus Bom Bali I sudah tidak ada. Sebelumnya, ada sejumlah napi yang terlibat kasus tersebut yang sudah dibebaskan. Diantaranya, Desember 2006 lalu, Ashari Dipokusumo dibebaskan, sebelumnya Agustus 2006 Khoirul Anam, Chotib dan Nahdlirin bin Usman juga dinyatakan bebas bersyarat.

Nah, Zahri sendiri dihukum karena menyembunyikan bahan peledak (handak) dan senjata milik Ali Imron, salah satu pelaku Bom Bali I, pada 2003 lalu, telah divonis enam tahun hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri Lamongan. Dia dituduh terlibat dalam kasus Bom Bali I yang menewaskan puluhan warga asing dan Indonesia.

Zahri dijerat Undang-Undang 15/2003 tentang Pemberantasan Terorisme. Dalam menjalani masa-masa hukumannya di lapas kelas II Lamongan, bapak empat anak itu sempat mendapat remisi sebanyak delapan kali. (ashadi ik/SINDO/jri)

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini