nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makam Ade Irma Megah, Namun Gelap Gulita

Hariyanto Kurniawan, Jurnalis · Selasa 29 Mei 2007 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2007 05 29 1 23635

JAKARTA - Persoalan penggusuran makam yang kini menimpa tempat pemakaman umum(TPU) Nipah Kubur Petogogan mengingatkan kembali kepada nasib yang menimpapemakaman Blok P yang tidak jauh daripemakaman yang kini akan digusur.

Tanah pekuburanyang kini telah berubah menjadi Kantor Walikota Madya Jakarta Selatan (Jaksel) ini sempat menimbulkan polemik nasional. sebab di salah satu sudut pekuburan itu, jasad puteriJendral AH Nasution, Ade Irma Suryani yang menjadi korban tragedi G30 SPKI dimakamkan.

Sebelumnya pembangunan gedung walikota itu nyaris menggusur makamAde Irma. Namun rencana tersebut batal karena banyaknya kecaman dari berbagaipihak, mengingat Ade Irma meninggal dalam sebuah peristiwa sejarah besar terkaitpenculikan para Jendral yang akhirnya mengubah sistem politik dan sosial di Indonesia. Sehinggakeberadaan makam Ade Irma sebagai sebuah monumen sejarah.

Okezone yang tengah meliput di pemakaman Nipah Kubur yangjaraknya hanya berbatas jalan dengan lokasi makam Ade Irma tergugah juga untukmeninjau kondisi makam yang kini berada didalam kompleks Kantor WalikotaJaksel.

Makam Adeyang tewas pada pergolakan revolusi 1965tampak cukup megah dan asri, bangunan area pemakaman ditaksir sekira 500 meter persegi, sedangkan monumen makamnya sendiri luasnya 75 m persegi.

Dulu makamAde itu berada didalam komplek TPU Blok P Petogogan,namun setelah pembangunan kantor walikota sekitar tahun 1998, pemakaman itu tergusur dan hanya makam Ade Irma yang dipertahankandan dipelihara.

Lantai makamterbuat dari marmer, bangunan makam mempunyai empat buah tiang berwarna coklat dan dinding berwarna merah hati.Dibagian nisan tertulis anak saya yang tercinta engkau telah gugur mendahuluisebagai perisai ayahmu. tertulis juga tanggal lahir irma 19 Februari 1960. dan wafat 6 Oktober 1965.

Di bagian luar bangunan makam dihiasi tumbuhanpalem, dan tanaman rambat, makam ini dikelilingi pagar besi hijau gelap dan dihiasi dinding yang berlapiskanbatu alam. Di sekitar monumenada lampu taman dan banyak terdapat pot-pot besar dari tanah liat berjajar , makam berada di sebelahtimur kantor walikota.

Saat mengamatibangunan makam, okezone bertemudengan Karna yang tak lain adalah pengurus makam.

Karnamenceritakan, makam Ade Irma jarangdikunjungi masyarakat umum. Kalau ada yang mengunjungipun sekedar mampir karenakebetulan sedang ada keperluan di Kantor Walikota. Namun pihak keluarga rutin mengunjungi, setidaknyatiga kali dalam setahun.

Makam yang dibangun 2002 terletak bersebelahan dengan kebun Kantor Walikota. Meski terlihat megah, pada malam hari kompleks pemakaman Ade Irma,menurut Karna akan tampak gelap gulita karena tidak ada penerangan. Selain itu,Karna juga mengaku cukup kesulitan untuk merawat pepohonan disekitar makamkarena dalam satu tahun terakhir ini, air sudah tidak lagi menyala.

Sudahsetahun terakhir air dan listrik mati. Repot kalau mau nyiram pohon nungguhujan saja, untung saja tanamannya tahan kering, tukas Karna yang telahbekerja sebagai penjaga makam sejak tahun 2000.

 

Karnamerupakan pengurus makam Ade Irma, penggantiayahnya yang sejak 1996 ditunjuk langsung oleh keluarga AH Nasution untukmengurusi makam. Saat ayahnya mengurusi makam, menurut Karna, keluarga AHNasution menggajinya Rp75 ribu perbulan. Namun setelah adanya Kantor Walikota,pengurusan makam dipegang oleh pemda.

Saat inimenurut Karna, Pemda seperti kurang memperhatikan keberadaan makam. Karna mencontohkan saatawal, pemda mempekerjakan dua orang pengurus makam. Dengan pembagian tugas sebagaipembersih bangunan dan perawat tanaman. Namun saat ini hanya ia yangdipekerjakan dan hanya bermodal pemotong rumput manual. Tanpa lampu dan air.(fit)


()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini