nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tegal & Brebes Tolak Provinsi Banyumas

Sindo/Untung Subejo, Jurnalis · Kamis 02 Agustus 2007 16:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2007 08 02 1 37273

TEGAL - Sejumlah daerah mulai bereaksi menyusul wacana lepasnya Banyumas dan 12 kabupaten/kota di sekitarnya menjadi provinsi baru. Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes tegas menolak usulan tersebut.

Meski berdalih menggunaan tinjauan etnik dan kultur Panginyongan namun daerah menilai hal itu kurang mendasar dijadikan sebagai alasan kuat melepaskan diri dari Provinsi Jateng.

Di Kabupaten Tegal, Wakil Bupati Hammam Miftah menegaskan, kultur 13 kabupaten dan kota di sisi barat Prov Jateng yang dianggap memiliki kesamaan menurutnya tidak kuat mendasari keinginan melepaskan diri dari 'sang induk'.

"Hanya karena kesamaan kultur itu jelas tidak kuat. Belum waktunya (memisahkan diri). Lihatlah Negara Kesatuan Republik Indonesia-nya (NKRI). NKRI kita sebagai daerah ya Provinsi Jateng. Itu saja cukup. Selama ini juga sudah solid dan kondusif. Jangan berpikir tentang perpecahan," tandasnya di Tegal, Kamis (2/8/2007).

Lebih lanjut Hammam menjelaskan, jika ditilik lebih dalam, 13 wilayah di penghujung barat Jateng sejatinya tidaklah memiliki kesamaan kultur secara identik. Dia mencontohkan, meski memiliki tradisi Panginyongan, namun ciri khas dialektika Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang jauh berbeda dengan wilayah selatan Jateng semisal Cilacap.

Alasan sulitnya koordinasi dan pembengkakan biaya dengan Ibu Kota Jateng yang terletak di Semarang dinilai Hammam juga terkesan mengada-ada. Sebab, selama ini koordinasi antardaerah dengan Pemda Tingkat I telah berjalan dengan lancar.

Pihaknya mengkhawatirkan apabila wacana tersebut dilanjutkan justru menjadi bumerang Banyumas dan sekitar kelak di kemudian hari.

Setali tiga uang, Kabupaten Brebes juga menyatakan keberatan memisahkan diri dari Jateng hanya karena alasan budaya dan jarak.

Bupati Brebes Indra Kusuma melalui Kepala Kantor Informasi dan Kehumasan (KIK), Mayang Sri Herbimo mengatakan, persoalan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat bukanlah dengan cara mendirikan provinsi baru.

Mayang berujar, 'perpecahan' juga nyaris terjadi di Brebes saat Kecamatan Bumiayu yang berada jauh di ujung selatan mengusulkan menjadi sebuah Kabupaten. Namun, karena persoalan tersebut perlu pengkajian secara mendalam, wacana itu kemudian menyurut dengan sendirinya.

Persoalan keberagaman kultur juga disoroti Kota Tegal. Namun, meski 13 kabupaten dan kota oleh Pemda Banyumas diklaim memiliki persamaan tidak lantas harus diwujudkan dengan membentuk pemerintahan baru.

"Dialek itu bukan identitas. Itu adalah bentuk keberagaman yang justru memperkaya budaya. Jangan dikerucutkan dalam administratif kewilayahan dan jelas tidak bisa menjadi alasan untuk memisahkan diri," beber Walikota Tegal Adi Winarso melalui Kepala Kantor Informasi dan Humas, Khaerul Huda, sesaat sebelum menggelar rapat sosialisasi program Adipura 2008 di Balaikota Tegal.

Sementara itu, Bupati Pemalang HM Machroes belum bisa dikonfirmasi karena telepon genggamnya sedang tidak aktif. (untung subejo/sindo/jri)

()

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini