nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aliran 'Hidup di Balik Hidup' Minta Perlindungan

Tantan Sulton Bukhawan, Jurnalis · Kamis 01 November 2007 17:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2007 11 01 1 57899

CIREBON - Sejumlah anggota jamaah Hidup di Balik Hidup (HDH) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendatangi kantor Kepolisian Resort (Polres) Cirebon. Mereka meminta aparat kepolisian agar melindunginya dari amukan masa. Oleh masyarakat, aliran ini diduga sesat.

Permintaan perlindungan ini dilakukan menyusul pemukulan terhadap pemimpin wilayah HDH Kabupaten Cirebon, Rohasan (45), warga Desa Cipeujeh, Lemahabang, dan Mohamad Amin (30), warga Desa Sarajaya Kecamatan Leumahabang Kabupaten Cirebon.

Selain meminta perlindungan, kedatangan mereka juga guna menengok dua pimpinannya itu, yang sejak kemarin berada di Polres Cirebon guna diminta keterangan.

Sebanyak 20 penganut HDH yang terdiri dari laki-laki dan perempuan serta anak-anak, sepanjang hari ini hanya duduk-duduk di kantor Polres Cirebon.

"Hampir seluruh anggota HDH di Kabupaten Cirebon saat ini merasa takut terjadi amukan masa seperti yang terjadi kepada Rohasan dan Amin. Para ihwan (Sebutan terhadap anggotanya) saat ini banyak yang keluar kampungan, dan sebagian ke sini mas. Dari pada kami nanti dihakimi masa," tutur salah seorang Ihwan HDH, Slamet (28), saat ditemui di Mapolres Cirebon, Kamis (1/11/2007).

Slamet dan puluhan ihwan HDH laiannya meyakini bahwa saat ini masyarakat di Kabupaten Cirebon yang berada di lingkungan rumahnya masing-masing, banyak yang membenci, terutama warga Desa Sigong Kecamatan Lemah Abang yang merupakan tempat tinggal Rohasan.

Sementara itu warga yang berada di Desa Sigong, Lemahabang, merasa resah dengan adanya aliran HDH yang sudah terlihat aktivitasnya sejak tahun 1940an itu.

(jri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini