Bangun Komitmen dengan Patungan

Rabu 28 November 2007 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2007 11 28 100 64432

Bergiat dalam organisasi pers kampus, bukan hanya monopoli para mahasiswa jurusan sosial khususnya fakultas ilmu komunikasi. Mahasiswa tekhnik pun banyak yang tertarik terjun dalam kegiatan tulis menulis tersebut. Di kampus Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) misalnya terdapat media yang digawangi anak-anak fakultas teknik sipil dan perencanaan jurusan Arsitektur. Nama medianya Bulletin Kolom, menurut Pemimpin Redaksi Arif Wahyudi, Kolom yang didirikan pada 1999. bermula dari keresahan para pendirinya.

"Kami haus dan butuh akan informasi, selain itu iklim kampus yang menekan mahasiswa, juga menjadi faktor pendorong lahirnya Kolom ," tukas Arif.

Nama Kolom sendiri dipilih karena memiliki makna filosofi yang sejalan dengan semangat pendirian media tersebut.

"Kalau dalam arsitektur, kata kolom berarti pondasi antara bangunan atas dan bawah, jadi filosofinya diharapkan media kampus ini akan menjadi jembatan dan penghubung serta penyalur hubungan antara mahasiwa dengan pihak kampus," ujar Arif.

Seperti media kampus pada umumnya, Kolom berisi hasil liputan mengenai berbagai persoalan aktual di kampus. Selain itu untuk menambah minat pembaca, kolom juga menyajikan liputan feature human interest dan profil. Pada edisi perdana, Kolom berbentuk bulletin itu dikerjakan sembilan orang awak.

Awalnya penyebaran bulletin Kolom hanya ditujukan untuk kalangan the black jaket alias internal ISTN, khususnya kalangan mahasiswa arsitektur . Namun saat ini Bulletin Kolom juga didistribusikan ke luar kampus seperti ke UPN, Univ Pancasila. Gunadarma dan Moestopo dengan menggunakan jasa pos.

"Bulletin terbit sebulan sekali, dijual Rp1500 sebagai pengganti uang cetak," terang Arif.

Namun menurut Arif, untuk lembaga pers kampus, Bulletin Kolom dibagikan gratis sebagai ajang silaturahmi.

Saat ini Bulletin Kolom memiliki puluhan anggota yang direkrut setiap tahunnya. Syaratnya, mahasiswa yang ingin bergabung pernah mengikuti orientasi jurusan yang dikenal dengan nama Orientasi Pengenalan Himpunan (OPH).

Namanya juga media kampus, berbagai kendala dan keterbatasan selalu saja ada. terutama masalah pendanaan. Namun hal tersebut bukan halangan.Banyak cara yang dapat ditempuh untuk tetap bertahan. Salah satunya, dengan patungan untuk mengongkosi biaya cetak.

"Kembali ke diri masing-masing untuk tetap berpegang teguh dan berkomitmen untuk bisa menyalurkan aspirasi mahasiswa dan memajukan media ini," paparnya.

Kendala lainnya, menurut Arif budaya tulis menulis di kalangan mahasiswa masih rendah. Sehingga sulit menggalang partisipasi mahasiswa untuk ikut menyumbangkan suara dan tulisan dalam Bulletin Kolom.

Untuk itu Kolom juga kerap menarik minat mahasiswa dalam tulis menulis dengan menggelar tranining jurnalistik bekerjasama dengan seluruh fakultas yang ada di ISTN. Selain itu pelatihan juga dilakukan dengan bekerjasama dengan lembaga pers di kampus lain seperti dengan Universitas Moestopo, Universitas Nasional.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini