Gaya UKM Jurnalistik Untirta Merambah Dunia Broadcast

Rabu 28 November 2007 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2007 11 28 100 64435

BANTEN - Meski baru seumur Jagung Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalisitik Universitas Tirtayasa (Untirta) boleh dikatakan cukup kreatif menghasilkan karya jurnalistiknya. Selain menuangkan hasil liputannya dalam media cetak, LPM Jurnalistik juga punya divisi broadcasting. Divisi yang masih langka dimiliki LPM pada umumnnya.   "Divisi Broadcast adalah divisi yang mengakomodir semua kegiatan kejurnalistikan dalam bentuk media elektronik, baik televisi, radio maupun film," tutur Eko Suwito mantan Ketua Umum UKM Jurnalistik.

Divisi tersebut lahir setelah Rapat kerja (Raker) pertama UKM Jurnalistik yang dilaksanakan pada tanggal 15 September 2005. Dimana selain Divisi Media Cetak, Raker juga menetapkan untuk membangun Divisi Broadcast sebagai wadah menyalurkan karya jurnalistik para anggota.   

Hasilnya, beberapa karya liputan pemberitaan UKM Jurnalistik berhasil dipublikasikan ke berbagai program siaran. " Hasil liputan dapat tersiar melalui program Metro Kampus di Metro TV," ujar Eko.

UKM Jurnalistik cukup serius dalam mengelola divisi yang terkait dengan urusan penyiaran tersebut. Meski belum dapat mempublikasikan karya liputannya dalam siaran radio, beberapa anggotanya menimba ilmu dengan bergabung ke radio-radio swasta yang ada di Banten."Beberapa anggota kami saat ini tercatat sebagai staf atau announcer di salah satu radio ternama di Banten," aku Eko.

"Untuk film, saat ini, kami hanya mampu membuat atau memproduksi film-film pendek, baik untuk diikut sertakan dalam Festival Film Pendek, maupun untuk dikonsumsi masyarakat Untirta atau mahasiswa," tambahnya. Sementara itu, aktivitas Divisi lainnya, yaitu  Media Cetak  UKM Jurnalistik menerbitkan bulletin yang bernama "Bidik Utama" yang sudah terbit selama IX edisi dan terbit setiap awal bulan. Bulletin Bidik Utama, berisi berbagai pemberitaan kampus dan rubrik lainnya yang di sajikan dalam 12 halaman. Selain penerbitan Divisi Media Cetak juga,  kerap menggelar kegiatan pameran foto baik di dalam kampus.

Eko mengaku diawal berdirinya UKM Jurnalistik, para pengurus banyak  menemui kendala. Namun para aktivis UKM Jurnalistik tetap semangat memperjuangkan eksistensi lembaga persnya. Keterbatasan alat dan dana pun ditutupi dengan menggunakan inventaris pribadi.

Dulu keberadaan kami dipandang sebelah mata, tapi saat ini anggota kami terus bertambah," pungkas Eko.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini