Jelang Natal, Pemkot Tegal Gelar Razia Makanan Kedaluwarsa

Untung Subejo, Sindo · Selasa 18 Desember 2007 01:10 WIB
https: img.okezone.com content 2007 12 18 1 68968

TEGAL - Menjelang hari raya Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru 2008 Pemkot Tegal, Jawa Tengah menggelar makanan dan minuman secara serentak. Sasaran kegiatan ini adalah 40 pasar swalayan dan minimarket. Razia dilakukan untuk mengantisipasi beredarnya makanan dan minuman kedaluwarsa.

Razia dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, Satpol PP, Kejari, dan Polresta Tegal hari ini.

Kepala Dinkes Kota Tegal, Karmasuti, melalui Kasi Penyehatan Lingkungan yang memimpin razia, Hari Purnomo, mengatakan pelaksanaan kegiatan hari pertama ini belum membuahkan hasil. Pihaknya hanya menemukan produk minuman di toko Sumber Hidangan dengan tanggal edar mendekati kedaluwarsa.

"Produk itu tidak kami tarik karena akan diganti oleh pengusahanya sendiri," jelasnya, di sela-sela kegiatan, Senin (17/12/2007).

Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan puluhan produk daging babi dalam kaleng. Namun, meski sejumlah kaleng diketemukan telah penyok petugas tidak menariknya.

"Daging tidak membusuk karena kaleng penyok, Kecuali penyoknya menggelembung ke luar," ujar Miftachudin, staf Dinkes.

Secara keseluruhan, razia akan dilakukan di 40 minimarket dan mall yang ada di Kota Tegal. Namun, hari ini baru enam tempat usaha yang didatangi.

"Dalam razia ini kami mencari makanan dan minuman kedaluwarsa. Ini demi keamanan pangan bagi konsumen menjelang Idul Adha, Natal, dan Tahun Baru," tukas Hari.

Ditegaskannya, seluruh temuan baik berupa produk makanan dan minuman yang kedaluwarsa akan ditarik dari peredaran. Sementara, pengusaha yang terbukti mengedarkan produk tersebut bakal dikenai sanksi.

"Pengusaha bisa dijerat Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen apabila mengedarkan produk kedaluwarsa dengan ancaman 4-5 tahun kurungan penjara," timpal Arlin, petugas dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM, yang turut dalam tim.

Sementara itu, Sugiyono, Kepala Bagian Operasional Toko Mitra menegaskan, tidak ada satupun produk yang dijualnya kedaluwarsa. Untuk mengantisipasinya, dia selalu melakukan pengecekan setiap barang masuk.

"Setiap counter kami periksa satu per satu. Yang mendekati kedaluwarsa akan kami bersihkan," tandasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini