Sukabumi Dinyatakan KLB Chikungunya

Toni Kamajaya, Sindo · Selasa 25 Desember 2007 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2007 12 25 1 70382

SUKABUMI - Sedikitnya 119 warga di dua kecamatan di Kab Sukabumi terserang penyakit Chikungunya. Umumnya, para penderita mengalami demam tinggi serta nyeri pada persendian sehingga tidak mampu bergerak bebas. Bahkan beberapa penderita di antaranya mengalami kelumpuhan.

Meski tidak ada korban jiwa dalam penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk Albovitus itu, namun dinas kesehatan (Dinkes) setempat menyatakan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Berdasarkan data Dinkes Kab Sukabumi, dari 119 penderita Chikungunya tersebut, sebanyak 61 orang penderita tersebar di Kampung Bojong talang, Kel/Kec Cibadak. Sedangkan 58 penderita Chikungunya lainnya di Kec Bantar gadung, 35 Km dari Kec Cibadak.

Untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit Chikungunya ini, dinkes telah melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah lingkungan warga, terutama di pemukiman warga yang berdekatan dengan daerah endemis Chikungunya. Disamping itu, dinkes juga menggelar pengobatan gratis bagi para penderita maupun warga lainnya.

Keterangan yang dihimpun, penyebaran penyakit Chikungunya di Kampung Bojong Talang, Kel/Kec Cibadak, terjadi selama kurun waktu satu pekan terakhir. Warga mengalami keluhan yang sama, yakni berupa demam yang disertai nyeri pada tulang persendian.

Akibat gejala itu, puluhan warga mengalami kelemasan, bahkan hingga kelumpuhan. Faisal, 32, salah seorang penderita Chikungunya, mengungkapkan, sejak tiga hari ini kedua kakinya terasa nyeri jika digerakan.

Menurut Faisal, penyakit ini diawali dengan gejala demam dan berangsur mengalami kelemasan pada persendian. "Pada saat bangun tidur, saya sangat terkejut. Sebab kedua kaki saya sangat linu untuk digerakan, sampa-sampai saya memutuskan untuk berada di atas kasur selama seharian. Padahal sebelumnya saya hanya merasakan demam saja, " ujar Faisal.

Kondisi pria yang kesehariannya berjualan di kawasan pertokoan Cibadak ini, jauh lebih baik ketimbang kondisi Ny Yoyoh.

Wanita berusia 53 tahun ini hanya bisa berbaring di dalam kamar tidurnya. Kedua kaki serta bagian tubuh lainnya mengalami kelumpuhan setelah merasakan gejala demam dan nyeri persendian.

"Saya sudah memeriksakan penyakit ini ke dokter, ternyata menurut dokter saya terjangkit Chikungunya," tutur Ny Yoyoh.  Atas peristiwa ini, dinkes melakukan pengambilan sampel darah terhadap para penderita. Hasilnya diketahui bahwa 61 warga dinyatakan positif terjangkit Chikungunya.

Menindak lanjuti hasil pemeriksaan tersebut, dinkes menggelar fogging di seluruh pemukiman warga, baik yang berada di lingkungan Kampung Bojong Talang, maupaun daerah lainnya berada dalam radius terdekat.

"Kami juga membuka pos kesehatan, dimana para penderita maupun warga lainnya dapat berobat secara gratis," tutur salah seorang petugas dinkes yang enggan disebutkan saat ditemui di sela-sela kegiatan fogging. Dikatakan petugas tadi, tingginya penderita Chikungunya sepanjang tahun 2007 ini, mendasari dinkes untuk menyatakan status KLB.

Ketua RW setempat, Saep Mahyudin, upaya mengantisipasi penyebaran penyakit tidak cukup hanya dilakukan fogging saja, tapi juga kekompakan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan fdan melakukan pola hidup sehat secara berkelanjutan. Karena itulah, kata Saep, pihaknya telah mengimbau warga untuk bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan dan masing-masing tempat tinggal.

"Tidak cukup dengan fogging saja, saya juga telah meminta warga untuk rajin membersihkan lingkungan agar Chikungunya tidak kembali mewabah," tutur Saep.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini