3 Mahasiswa Untad Gagal Diwisuda

sindo, · Minggu 30 Desember 2007 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2007 12 30 96 71557

PALU - Tiga mahasiswa Universitas Tadulako (Untad),Palu, Sulteng,kemarin tak diwisuda pihak rektorat karena gencar menyuarakan pemberantasan korupsi di lingkungan kampus.

Muhammad Afandi, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Ruslan, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) yang telah mengenakan pakaian wisuda, dikeluarkan dari ruang auditorium Untad,tempat berlangsungnya upacara wisuda Sabtu (29/12/2007).

Sementara Muhammad Anwar, mahasiswa Fakultas Pertanian yang juga mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Untad sengaja tidak menghadiri acara wisuda karena sehari sebelumnya sudah memperoleh informasi mengenai pencekalan dirinya.

Afandi dan Ruslan tidak bisa menerima perlakuan pihak panitia yang melarang mereka mengikuti upacara wisuda. Mereka akhirnya mengadukan persoalan tersebut ke Polresta Palu. Afandi menyatakan, Rektor Untad Sahabuddin Mustapa berada di balik aksi pencekalan dirinya dan dua rekannya.

Afandi meyakini, pihak rektorat tak mewisuda dirinya karena aktif mengadvokasi kasus dugaan korupsi Sumbangan Dana Persiapan Otonomi Perguruan Tinggi (SDPOPT) senilai Rp7,5 miliar hingga rektor Sahabuddin sempat menjadi terdakwa. Namun, belakangan pihak Pengadilan Negeri (PN) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menyidangkan kasus tersebut membebaskan Sahabuddin karena tidak terbukti adanya kerugian negara.

Anwar yang dihubungi terpisah mengaku tidak mengetahui pasti alasan pencekalan terhadap dirinya. "Saya hanya diberi tahu Pak Sidin dari bagian administrasi kemahasiswaan yang juga panitia wisuda bahwa saya bersama Afandi dan Ruslan dilarang ikut wisuda," terangnya. Anwar mengaku tak mempersoalkan kebijakan tersebut, sebab wisuda hanya formalitas.

Menurut dia, pihak yang menentukan kesarjanaan seseorang adalah yudisium setelah dinyatakan lulus ujian skripsi. "Saya akan menempuh jalur hukum jika pihak rektorat menahan ijazah saya,"ungkapnya. Afandi menyesalkan kebijakan pimpinan Untad yang tidak menghargai kebebasan berpendapat di lingkungan kampus sebagai institusi pendidikan tinggi.

"Ini menjadi ancaman bagi demokrasi," katanya sambil memperlihatkan kuitansi pembayaran biaya wisuda. Secara terpisah,Rektor Sahabuddin Mustopa membenarkan telah mengeluarkan nota dinas kepada panitia wisuda agar tidak menyertakan Anwar,Afandi,dan Ruslan dalam upacara wisuda tersebut.

Alasannya, ketiga mahasiswa menyatakan menolak diwisuda oleh rektor yang telah melakukan korupsi, meskipun dirinya tak terbukti korupsi . Menurutnya, pernyataan itu selalu dilontarkan mereka (Afandi, Ruslan,dan Anwar) dalam setiap unjuk rasa terkait proses hukum terhadap dugaan korupsi dana SDPOPT.

"Saya tidak mencekal, saya hanya mengikuti permintaan mereka yang menolak diwisuda oleh saya dalam kapasitas saya sebagai rektor. Mereka bertiga juga masih dalam pembinaan atas perbuatan itu,"tukas Sahabudin. Perlu diketahui,wisuda yang ke-52 tersebut diikuti 1.349 lulusan Untad dari enam fakultas.

Meski diwarnai proses pembatalan wisuda terhadap tiga mahasiswa tersebut, prosesi wisuda berjalan lancar. Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sulteng Amar menilai tindakan pencekalan wisuda tersebut bukan hanya perbuatan tidak menyenangkan. Lebih dari itu, kebijakan tersebut melanggar hak memperoleh pendidikan bagi setiap orang yang dijamin undang-undang.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini