Chikungunya Merajalela di Ponorogo

Lukman Hakim, Sindo · Minggu 03 Februari 2008 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2008 02 03 1 80509

PONOROGO - Penyakit kelumpuhan yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk aedes alphophytos semakin merajalela. Ratusan warga Kelurahan Tonatan, Kec/Kota Ponorogo banyak yang mengalami kelumpuhan sementara. Meski saat kini sudah ada sejumlah warga yang sudah sembuh, namun mereka khawatir penyakit ini akan semakin menyebar kemana-mana. Bahkan jumlah saat ini mencapai 193 kasus.

Suparno (45), warga setempat mengaku dirinya sekitar dua minggu yang lalu terkena chikungunya. Dia merasa seluruh persendiaan tulang dibagian tubuhnya linu dan ini berlangsung selama tiga hari. Kemudian ia meminum obat pegal linu dan sesaat kemudian iapun sembuh. Namun terkadang penyakit itu kambuh kembali sebab masih banyak jentik-jentik nyamuk penyebab chikungunya yang masih berkeliaran di daerahnya.

"Tiga hari tulang saya linu-linu semua, kemudian saya minum obat dan sembuh meski terkadang juga kambuh lagi," ujarnya, Minggu (3/2/2008).

Dia menambahkan hampir seluruh warga yang ada dikelurahan ini terkena chukungunya. Penyakit itu menyerang warga secara bergantian, jika satu keluarga terkena penyakit dan kemudian sembuh maka penyakit itu akan pindah ke keluarga yang dan begitu seterusnya hingga seluruh warga yang ada disini terkena semua. Kejadian itu terjadi sekitar dua bulan yang lalu dan kini kebanyakan warga sudah banyak yang sembuh. Ia berharap agar pemerintah melakukan fogging secepatnya sehingga warga tidak lagi terkena penyakit ini.

"Keluarga saya juga ikut terkena chikungunya semua, namun penyakit ini banyak menyerang orang-orang tua," terangya.

Menanggapi hal ini, Kepala Subdin Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Wiwiek Widiastuti membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah meminta Puskesmas setempat untuk memonitoring kejadian itu, agar penyakit ini tidak semakin berkembang yang kemudian menyerang warga yang lain. Namun hingga saat ini pihaknya belum bisa melakukan fogging disebabkan dananya belum juga dikucurkan oleh pemkab.

"Kita sudah meminta pada Puskesmas setempat untuk memonitor perkembangan yang ada," cetusnya.

Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Ponorogo saat ini ada sekira 193 kasus chikungunya yang menyebar pada 5 titik di 4 kecamatan antara lain, Kec Slahung yakni Desa Menggare 128 kasus, Desa Broto 9 kasus, Kec Kauman yakni Desa Tegalombo 16, Kec Balong yakni Desa Pandak 20 kasus, dan Kel Tonatan Kec/Kota 12 kasus.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini