Ratusan Warga 4 Kelurahan di Tegal Lumpuh Mendadak

Kastolani, Sindo · Senin 18 Februari 2008 23:16 WIB
https: img.okezone.com content 2008 02 18 1 84650

TEGAL - Ratusan warga di empat kelurahan di Kota Tegal, Jawa Tegah, mengalami kelumpuhan mendadak. Diduga mereka terjangkit Chikungunya.

Empat kelurahan itu Tegalsari, Kejambon, Randugunting, dan Kalinyamat Wetan. Di Kejambon misalnya, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypty ini semakin menyebar.

Menurut Slamet Subardi (42), warga Jalan Sakuran RT 7 RW 6, Kelurahan Kejambon, Senin (18/02/2008) mengatakan, sedikitnya 20 warga di wilayahnya yang diduga terkena Chikungunya.

Sebelumnya, lanjut dia, penyakit itu hanya menyerang dua orang, namun kemudian menular ke warga lainnya.

"Ada 10 rumah di komplek kami yang terkena chikungunya. Bahkan, penyakit itu sudah mejlar ke RT 06," jelas dia yang juga terjangkit Chikungunya.

Menurut dia, penyakit itu juga menyerang Etty Sulistianti (38), istri dan Chandra Dini (13) anaknya. Hingga kini, dia mengaku masih merasakan pegal-pegal pada persendiannya.

Casmadi (62), warga RT 06 RW 06, Kel Kejambon, mengatakan, sudah satu pekan ini seluruh persendiannya terasa kaku dan badan panas dingin. Ia kemudian berobat ke puskesmas namun belum sembuh.

"Sekarang masih lemas dan beberapa anggota tubuh mulai gatal-gatal. Katanya sih, kalau mau sembuh muncul gatal-gatal dulu," ujarnya.

Sementara itu, Oedi Wito Mulyono (47), warga RT 02 RW 03 A Kel Tegalsari, Kecamatan tegal Barat, mengaku seluruh persendiannya kaku dan sulit digerakkan diduga akibat terserang chikungunya. Penyakit itu, lanjut dia, menyerangnya sejak Selasa (12/2) lalu.

"Selama empat hari saya dirawat di rumah sakit. Seluruh badan rasanya kaku semua dan badan panas tinggi, kepala juga sakit. Kata dokter saya kena chikungunya. Sekarang saja masih lemas," kata dia.

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kel Tegalsari, Diah Widjanti mengungkapkan di wilayahnya ada empat keluraga yang terkena chikungunya, yakni tiga orang di RT 04 RW 03, dan satu orang di RT 02 RW 03. Pihaknya mengaku sudah mengajukan ke Dinkes untuk segera dilakukan fogging, namun hingga kini belum direalisasi.

(jri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini