Share

Konflik SPMB Mulai Ada Titik Temu

Rendra Hanggara, Sindo · Minggu 16 Maret 2008 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2008 03 15 1 91990

JAKARTA โ€" Perseteruan soal Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) mulai ada titik temu. Perhimpunan SPMB menyatakan siap bergabung dengan 41 Perguruan Tinggi Negeri (PTN), yang memutuskan keluar dari Perhimpunan SPMB.

"Hal ini demi putra-putri terbaik bangsa yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di negeri ini," kata Ketua Perhimpunan SPMB Asman Budi Santoso usai melakukan pertemuan dengan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas Fasli Jalal di Gedung Depdiknas, Jakarta, Sabtu (16/3/2008).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Menurut Asman, dengan bergabungnya kembali Perhimpunan SPMB dengan PTN kontra SPMB, maka akan diambil jalan satu kata. Ini artinya, sistem ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri dengan satu sistem. Hal itu agarย  masyarakat tidak dirugikan.

Namun sampai saat ini, Asman mengaku belum tahu seperti apa bentuk satu sistem ujian SPMB tersebut. "Pokoknya apapun bentuknya pada prinsipnya semua demi anak bangsa," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, 41 PTN menolak SPMB 2008 jika masih ditangani Perhimpunan SPMB Nusantara. Penolakan ini merupakan hasil kesepakatan pertemuan rektor di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Minggu (9/4) lalu.

Mereka beralasan, pelaksanaan SPMB oleh Perhimpunan SPMB tidak transparan karena uang pendaftaran calon mahasiswa masuk ke perhimpunan, bukan kas negara sesuai Keputusan Presiden (Keppres) 80/2003 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Mereka lantas menyepakati bergabung dalam UMPTN.

Ditanya mengenai ketakutan sejumlah rektor yang telah dipanggil polisi, karena uang pendaftaran yang seharusnya disetor ke kas negara sebagai PNBP, Asman menegaskan sebenarnya permasalahan itu tidak menjadi persoalan yang berarti.

"Problemnya, ada kekhawatiran di kalangan perguruan tinggi. Kalau user (pengguna) kita takut, ya, kita tidak bisa apa-apa. PTN itu yang harus setorkan institutional fee sebagai PNBP. Karena mereka sudah takut, ya sudah kita mengalah, kan, tidak apa-apa," tegasnya.

Sementara itu, Fasli Jalal mengatakan satu sistem nasional penyelenggaraan SPMB akan diatur oleh Surat Keputusan Dirjen Dikti. "Nanti akan kita carikan satu nama baru pokoknya sifatnya rekonsiliasi," ujarnya.

Fasli mengungkapkan, seleksi masuk PTN pada 2008 nantinya diupayakan agar tidak akan berubah jauh seperti sistem tahun-tahun sebelumnya. Rencananya, dalam waktu dekat Fasli juga akan mengumpulkan semua rektor PTN di Indonesia untuk membahas persoalan ini dan membuat keputusan akhir tentang penerimaan mahasiswa baru.

(ism)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini