JAKARTA - Saat Ketua MPR Hidayat Nurwahid menerima kunjungan Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) dan lima hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), atap ruang kerjanya tiba-tiba bocor
Saat itu, KRHN dan hakim Tipikor menemui Hidayat untuk mendapatkan dukungan pembentukan Pengadilan Tipikor. Mengingat, sampai saat ini, DPR belum mengagendakan pembahasan masalah itu.
Namun, saat Koordinator KRHN, Firmansyah Arifin memaparkan keterangan, air conditioner (AC) menetes dari lubang lampu ke meja, tepat di depan salah satu tempat duduk hakim Tipikor. Air nyaris menetes di meja tempat meletakkan kertas dan telepon genggam.
Semula air minum menetes. Makin lama makin mengucur deras sehingga menggenangi meja.
Kemudian, Hidayat segera memerintahkan ajudan untuk menangani kebocoran itu. "Tolong ambil ember untuk menadah air ini," katanya.
Ajudan buru-buru mencari ember, tapi tidak menemukannya.
Akhirnya, salah seorang anggota KRHN bergegas meminum air di cangkir. Setelah tempat minum kosong, lalu digunakan untuk menampung air yang bocor di meja.
Karena dirasakan belum cukup, dia mengambil tisu dan menjejalkan ke dalam cangkir untuk menyerap air yang mulai meluber.
Selanjutnya, Hidayat meminta staf untuk melakukan perbaikan atap. "Tolong ini nanti dibenerin jangan malu-maluin MPR," ujarnya.
"Ini bocornya bukan karena korupsi, tapi memang beginilah nasib gedung kita," tambah Hidayat sambil menoleh ke arah para tamu.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.