nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Elit PDIP Bali Tolak Turunkan Baliho Pastiyoga

Rohmat, Jurnalis · Senin 07 Juli 2008 17:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2008 07 07 244 125474
TABANAN - Meski KPUD dan Panwas Pilgub Bali Kabupaten Tabanan meminta para tim kampanye dan relawan segera menurunkan alat peraga kampanye bergambar cagub-cawagub namun imbauan itu tetap tak digubris. Buktinya, baliho besar bergambar cagub-cawagub I Made Mangku Pastika dan AA Ngurah Puspayoga masih banyak terpampang di jalanan Tabanan hingga di dekat tempat pemungutan suara (TPS).

Berdasar pantauan di lapangan, stiker dan spanduk kecil masih bercokol di pinggiran jalan termasuk di sekeliling Patung Adipura yang berlokasi di pintu masuk sisi barat yang membelah kota Tabanan. Demikian pula beberapa baliho berukuran sedang masih ditemukan di jalan By Pass, Tabanan.

Maraknya atribut didominasi bergambar cagub-cawagub I Made Mangku Pastika dan AA Ngurah Puspayoga, belum termasuk stiker besar yang terpasang di kaca belakang kendaraan pribadi. Lucunya. I Gusti Ngurah Cika, seorang tim kampanye Pastiyoga, yang memasang stiker Pastiyoga di belakang mobil Hartop-nya sempat ragu untuk mencopot atau tidak. Ia pun bertanya kepada elit PDIP lainnya yang Senin siang (7/7/2008), berkumpul di kantor DPRD Tabanan.

"Biarkan saja gak usah dilepas," saran I Ketut Suardiana, dewan asal Kecamatan Kediri.

Merasa dapat sokongan, Cika akhirnya tetap membiarkan stiker Pastiyoga di mobilnya. Yang lebih ironis terjadi di dekat rumah I Wayan Gunadi, elit PDIP asal Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur. Baliho besar bergambar Pastiyoga masih bercokol kokoh di pinggir jalan desa depan rumahnya. Gunadi menolak membersihkan baliho dengan dalih, masyarakat sekitar dan simpatisan tetap menginginkan baliho tersebut dipasang.

"Karena masyarakat yang menginginkan, maka tidak akan saya bongkar sampai rusak sendiri," katanya serius.

Tidak hanya itu kini baliho itu dipercantik dengan lampu-lampu sehingga tampak semarak pada malam hari. Disinggung soal himbauan KPUD dan Panwas agar semua baliho kampanye diturunkan terlebih pada masa tenang sebelum coblosan, Gunadi mengaku balihonya berada di lingkungan rumahnya sehingga tidak perlu dicopot.

Lebih memprihatinkan, baliho besar itu hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi tempat pemungutan suara (TPS) di banjarnya. Padahal sesuai aturan, radius 200 meter dari TPS harus steril dari alat peraga kampanye pilgub.

"Biar saja baliho, saya kan tidak berisi nomor urut hanya gambar kandidat, jadi tidak termasuk alat peraga kampanye," dalihnya.

Sejauh ini terhadap keberadaan baliho itu, dirinya belum didatangi petugas Panwas untuk menurunkan baliho sehingga ia merasa tenang-tenang saja. Terhadap masih maraknya baliho Pilgub di banyak tempat, Ketua Panwas Pilgub Bali kabupaten Tabanan, I Made Rumada berjanji akan mengecek langsung ke lokasi.

"Tadi malam saya sudah minta tim kampanye masing-masing agar segera menurunkan baliho maupun atribut pilgub lainnya," aku Rumada.

Soal adanya baliho yang dipasang elit PDIP berada dekat TPS, menurut Rumada hal itu menyalahi aturan dan melanggar ketentuan kampanye. "Saya akan perintahkan Panwas kecamatan datang ke lokasi untuk menurunkan baliho," janji Rumada.

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini