Tina Peraih Ganesha Prize, Organisasi Yes, IPK Oke

Arief Pratama, Okezone · Rabu 06 Agustus 2008 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2008 08 06 99 134463

BANDUNG - Bagi Tina Yuliani Ayuningsih meraih penghargaan Ganesha Prize 2008 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bak mimpi. Bagaimana tidak, Ganesha Prize merupakan penghargaan bergengsi bagi mahasiswa di kampus yang kerap melahirkan ahli-ahli teknik ini.

Ganesha Prize hanya diberikan kepada mahasiswa ITB yang berprestasi berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan keaktifannya dalam berorganisasi, kepanitiaan, kompetisi yang pernah diikuti dan dijuarai, kemampuan berbahasa Inggris, karya ilmiah yang dibuat, dan wawasan tentang ITB.

Kepada okezone, Tina mengaku menjalani semua aktivitas kesehariannya secara alamiah tanpa perancangan khusus.

"Saya memang suka beraktivitas tanpa meninggalkan kewajiban dari sekolah dari dulu. Asal bisa bagi waktu, aktivitas saya ikuti," kata gadis kelahiran Klaten, 7 Juli 1987 ini seraya tersenyum.

Mahasiswi yang memiliki motto hidup "Enthusiasm is the fuel of life" ini memiliki kiat tidak pernah berhenti belajar dari semua bidang. Seperti dari sekolah, organisasi, dan di masyarakat.

Hal lainnya, kata Tina, terus memotivasi diri untuk mendapatkan pengetahuan mulai dari pencarian di Internet dan membaca buku yang membahas self improvement.

Tidak heran, sejak duduk di bangku SMP dan SMA Tina sudah mengantongi segepok prestasi, seperti siswa teladan tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Klaten, juara 2 lomba Kimia di UNS (2003), dan juara 3 olimpiade matematika Kabupaten Klaten.

Berangkat dari kebiasaan ini, sejak awal menapaki bumi kota kembang Bandung, Tina sudah menyibuki dirinya dengan berbagai kegiatan.

Mulai dari kewajiban utamanya sebagai mahasiswi di teknik informatika di Departemen Teknik Informatika ITB, kegiatan organisasi lainnya di luar aktivitas akademik kampus, serta berbagai ajang perlombaan teknologi informatika. Semua dibabat habis.

Karena terbiasa menjadi aktivis, perempuan berkulit sawo matang ini mengatakan jadwal kegiatannya antara satu dengan lainnya tidak pernah bertabrakan. Hal itu dikarenakan Tina selalu patuh pada komitmen dan memiliki jadwal khusus agenda harian yang sudah dirancangnya.

"Disesuaikan lagi dengan tujuannya apa dan diiringi doa. Kalau semua sinkron, tercapai kok," tutur Tina yang memiliki tinggi 159 cm ini.

Tina mengatakan, dari resep tersebut, prestasi yang diraihnya pun cukup memuaskan.

Sebut saja untuk prestasi melalui perlombaan, Tina menjadi juara 3 Imagine Cup Indonesia kategori software design (Screaming Tree Team), finalis P&G Business Champions, dan Top10 Innovative Enterpreneur Challenge 2.

Pada kegiatan organisasi, Tina tercatat sebagai ketua Free IT Saturday Lesson Comlabs ITB (2006-2007), sekretaris korps asisten Lab Rekayasa Perangkat Lunak IF ITB (2007-sekarang), bendahara divisi profesi Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF 2006-2007), dan anggota subdivisi IT Developement and Innovation (divisi profesi HMIF).

Ciamiknya, di tengah semua aktivitas itu, Tina tetap meraih prestasi akademis dengan IPK 3,64.

Soal Ganesha Prize, kata Tina, seleksinya tidak dia ketahui. Seleksi dilakukan oleh para dosen yang melakukan penilaian terhadap mahasiwa berprestasi sesuai kriteri Ganesha Prize. Seleksi dilakukan mulai dari tingkat program studi, sekolah atau fakultas, ITB, dan selanjutnya di tingkat nasional.

Ditanya mengenai rencana ke depan, "Saya belum menentukan dengan pasti antara bekerja atau meneruskan studi S2, masih menjadi pertimbangan saya dan orangtua," ujarnya.

Yang pasti, setelah digenggamnya Ganesha Prize, Tina akan diikutkan oleh ITB untuk menjadi peserta Olimpiade Internasional.

Namun, di tengah segala prestasi yang diraihnya, Tina mengaku pernah juga mengalami kegagalan. Tapi sekali lagi, gadis yang keras kemauan ini justru menghadapi cobaan itu dengan melakukan evaluasi diri.

"Saya juga pasrah sekaligus mengoreksi diri, dan tentunya tidak berhenti belajar," tutur perempuan berjilbab ini.

(enp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini