Toko Jual Makanan Murah Digerebek Satpol PP

Hari Tri Wasono, Sindo · Selasa 16 September 2008 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2008 09 16 1 146551 dMlfr9EiaS.jpg

KEDIRI  - Sebuah gudang dan toko penjualan makanan digerebek petugas Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kota Kediri. Penggerebekan dilakukan karena diduga  di tempat itu dijual makanan kedaluwarsa.

Penggerebekan gudang dan toko Jago Niaga di Jalan Patimura No 101 Kediri ini berawal dari informasi masyarakat tentang maraknya penjualan makanan di toko tersebut. Pasalnya makanan ringan di toko itu dijual dengan harga cukup murah.

Untuk memastikan kelayakan makanan yang dijual, belasan petugas melakukan pemeriksaan di gudang tersebut. Pada awalnya pemilik toko bersikap tidak kooperatif dengan menolak penggeledahan yang dilakukan petugas. Namun setelah ditunjukkan surat tugas oleh pejabat yang berwenang, mereka akhirnya memperbolehkan petugas masuk ke dalam gudang.

Kecurigaan adanya makanan ilegal yang dijual di tempat itu semakin kuat ketika dua pegawai gudang berusaha melarang wartawan untuk ikut masuk. Dengan kasar mereka menutupi kamera wartawan dengan tangan dan mendorong keluar. Akibatnya sempat terjadi adu mulut antara wartawan dan penjaga gudang.

"Jangan ada yang mengambil gambar, tidak ada apa-apa di sini," ujar pegawai tersebut sambil mendorong Sindo keluar dari gudang, Selasa (16/9/2008).

Dari pantauan di lokasi, gudang berukuran lebih dari 10x20 meter tersebut menyimpan ribuan makanan yang tertata di atas rak. Rata-rata makanan ringan tersebut dikemas dengan ukuran besar, karena makanan itu biasa dijual secara kulakan kepada pedagang kecil.

Selain lokasi tersebut, pemilik gudang yang belum diketahui identitasnya itu juga memiliki tiga gudang lain berisi makanan. Setiap hari ratusan pedagang dan konsumen biasa memenuhi toko itu untuk mendapatkan makanan murah.

Petugas yang menyisir seluruh isi gudang menemukan sedikitnya empat jenis makanan yang berpotensi membahayakan konsumen. Di antaranya adalah kue getas produksi Ponorogo, kerupuk kentang dan mente produksi Surabaya, serta widaran produksi Jombang. Masing-masing jenis makanan diambil satu contoh untuk diteliti.

"Makanan-makanan ini sangat berbahaya. Tidak ada satupun yang mencantumkan komposisi bahannya, masa kadaluwarsa, produsennya, serta izin Departemen Kesehatan," terang Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kota Kediri, Subekti.

Makanan-makanan tersebut dikemas dalam plastik besar yang tidak memiliki label sama sekali. Diduga hal itu untuk menyiasati makanan kedaluwarsa yang sudah tidak layak dikonsumsi. Karena itu Subekti mengancam akan melaporkan pemilik toko itu ke Polresta Kediri jika terbukti makanan yang dijual berbahaya.

Selain merazia gudang Jago Niaga, petugas juga memeriksa pedagang makanan ringan di Pasar Pahing Kediri. Seluruh pedagang kecil yang berada di dalam pasar tak luput dari pemeriksaan petugas. Demikian pula dengan daging ayam yang dipajang turut diperiksa.

"Pemeriksaan daging ini untuk menghindari peredaran daging gelonggongan yang selama ini dipasok dari Tulungagung. Sampai saat ini tidak ada lagi," terang Subekti.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini