Share

Ribuan Tahanan Mogok Makan

Anton Suhartono, Okezone · Rabu 12 November 2008 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2008 11 12 18 163281 UxLBcbNNkk.jpg Ilustrasi: Novinite

ATHENA - Ribuan tahanan di Yunani melakukan mogok makan. Ini sebagai tindakan protes karena penjara semakin penuh sesak dan kualitas hidup semakin rendah.

Seperti diberitakan Associated Press, Rabu (12/11/2008), sebanyak 4.000 tahanan menolak seluruh makanan yang diberikan penjara, namun mereka hanya minum. Sementara 4.000 lainnya menolak mengonsumsi makanan dari penjara dan hanya menerima makanan dari keluarga atau teman yang berkunjung.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Menurut grup hak asasi untuk tahanan Yunani, jumlah tahanan yang menolak mengonsumsi makanan dari penjara sebanyak 8.000 orang. Angka tersebut sama dengan dua per tiga dari total tahanan yang ada di Yunani, yaitu sebanyak 12.200 orang. Namun pihak kementerian keadilan Yunani menyatakan, jumlah tahanan yang mogok makan mencapai 6.500 orang. Tahanan menuntut kondisi kehidupan yang lebih baik, termasuk perhatian dalam bidang kesehatan.

Aksi mereka juga mendapat dukungan dari Amnesty International, kelompok pengacara, politisi, termasuk composer Mikis Theodorakis yang juga pernah dipenjara pada 1967 hingga 1974 pada masa pemerintahan ditaktor. Menteri Keadilan Sotiris Hatzigakis mengatakan, dirinya akan menemui tahanan Rabu ini.

Menurut data pemerintah, sebanyak 24 penjara yang ada di Yunani hanya sanggup menampung 8.000 tahanan. Namun jumlah tahanan yang ada mencapai 12.000 lebih.

Penggagas aksi Panos Lambrou yang tidak termasuk dalam tahanan mengatakan, pemerintah tidak menyediakan layanan kesehatan dasar yang memadai. Selain itu sanitasi di penjara juga buruk. Belum lagi pelatihan keterampilan yang hanya sedikit.

Menanggapi aksi ini, komite pemerintah untuk kebijakan tahanan mengajukan proposal kepada kementerian keadilan untuk mendata 1.500 tahanan yang bisa direkomendasikan untuk dibebaskan. Mereka akan mendapat pembebasan lebih cepat dari masa hukumannya. Proposal tersebut termasuk tahanan dengan tuntutan kesalahan tingkat rendah.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini