nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FPI Akan Bongkar Patung Naga di Kota Singkawang

Denny Juniardi, Jurnalis · Minggu 30 November 2008 20:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2008 11 30 1 169229

PONTIANAK - Dewan pimpinan wilayah Front Pembela Islam (FPI) Kota Singkawang memberi deadline (batas waktu) kepada Pemkot singkawang untuk segera menghentikan dan merobohkan patung naga yang dibangun di persimpangan Jalan Niaga-Kempol Machmud.

"Kami memberi deadline kepada Pemkot Singkawang untuk segera menghentikan pembangunan patung naga dan segera merobohkan bangunan yang sudah berdiri," kata ketua DPW FPI Kota Singkawang, Yudha R Hand, didampingi sekretarisnya, M Zein dan sejumlah pengurus FPI dalam pernyataan resminya. Bila patung naga tidak dirobohkan, FPI  akan melakukannya.

"Kami akan membawa alat berat ke lokasi berdirinya patung naga yang illegal tersebut," kata Yudha.

Menurutnya, patung naga tersebut dibangun tanpa izin. Sebab, pihaknya sudah mendatangi sejumlah intansi pemerintah yang diduga berwenang mengeluarkan izin pembangunan patung, namun tidak ada satupun instansi yang merekomensasikan pembangunan patung naga tersebut.

"Kami sudah ketemu dengan pimpinan dinas-dinas seperti,  pejabat Dinas PU Ir H Sueb Hamid, pejabat Dinas Budpar Drs Syech Bandar Msi, pejabat Dinas Tata Kota, Drs H Agus Arifin Msi. Ternyata, mereka sama sekali tidak pernah mengeluarkan rekomendasi perizinan. Berarti, pembangunan patung naga illegal. Bila illegal, tentu harus dibongkar. Mengapa harus berani dengan PKL, dengan patung naga kok tak berani," kata Yudha mempertanyakan.

Kata Yudha, dari anggaran Kota Singkawang pun tidak ada dana pembangunan patung naga tersebut."Patung naga ini inisiatif pihak ketiga. Yang mengherankan wali kota membiarkan. Padahal, dia pasti tahu pembangunan patung naga ini illegal. Sebagai seorang sarjana hukum tentu dia paham," katanya.

Yudha mengingatkan, jangan sampai pembangunan patung naga ini akan memecah belah kerukunan umat beragama di Kota Singkawang. "Jangan hanya gara-gara ini, kerukunan umat beragama akan terganggu. Itu yang tidak kita inginkan," katanya. FPI, kata Yudha, juga telah mendatangi Majelis Masyarakta Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kota Singkawang.

"MABT yang diwakili oleh ketua dan sekretarisnya, satu persepsi dengan FPIi. Patung naga itu tidak memiliki izin. Dan, naga ini merupakan binatang sakral yang tidak diperkenankan untuk dibangun disembarang tempat. MABT memang berkeinginan untuk meniadakan patung itu," kata yudha mengutip pernyataan MABT Singkawang.

Yudha mengatakan lebih baik lokasi itu dibangun sebuah hiasan kota yang tidak menonjolkan simbol etnis atau agama tertentu, seperti lampu hias atau lainnya.

"Kalau patung naga di rumah ibadah, tentu tidak akan dipersoalkan. Tapi, ketika berada di jalan umum tentu ini yang kita persoalkan apalagi dibangun tanpa izin," kata Zein.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini