Image

Endapan Garam Bebatuan Borobudur Capai 6.710 Titik

Muhammad Slamet, Jurnalis · Minggu 21 Desember 2008, 12:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2008 12 21 1 175599

MAGELANG - Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB) mencatat, endapan garam di bebatuan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tersebar di 6.710 titik. Kondisi ini mengancam adanya pelapukan bebatuan candi yang dibangun pada abad ke 8 tersebut.

"Jika tidak segera ditangani, ancaman berikutnya berupa pengelupasan bebatuan candi," terang Koordinator kelompok kerja kajian dan pengembangan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur Nahar Cahayandaru, Minggu (21/12/2008).

Selain endapan garam, lanjut Nahar, tumbuhnya mikroorganisme di permukaan batu juga mengancam pelapukan batu candi. Pihaknya mencatat ada tiga macam mikroorganisme yang tumbu, yakni lichen (jamur kerak), moss (lumut) dan algae (gangga). "Karena itu, kita terus berupaya melakukan antisipasi-antisipasi untuk mencegah terjadinya pelapukan bebatuan candi tersebut," katanya.

Untuk penanganan endapan garam, terang Nahar, antara lain dilakukan dengan pembersihan titik endapan garam bebatuan itu dengan menyemprotkan asam sitrat. Namun dia mengakui, langkah tersebut belum bisa 100 % efektif. "Kami terus mengamati hasilnya, tapi dari pengamatan yang dilakukan tim, titik-titik endapan garam masih saja ada," paparnya.

Sementara, untuk penanggulangan ancaman mikroorganisme, terang Nahar, sudah cukup efektif. Yakni, dengan menyemprotkan anti lumut satu tahun sekali. Saat ini, pertumbuhan lichen kurang dari 0,2% per tahun sedang lumut dan alga diatas 0,2%.

"Di beberapa permukaan batu juga muncul retakan dan alveola atau lubang-lubang kecil. Untuk ancaman jenis ini, kami memberikan suntikan perekat, dan hasilnya cukup efektif. Sejak pemugaran tahun 1983 hingga saat ini, jumlah retakan semakin berkurang," sebutnya.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini