JAKARTA - Keluarnya aktivis Komite Bangkit Indonesia (KBI) Ferry Yuliantono dari penjara Bareskrim Mabes Polri, dianggap suatu kemenangan demokrasi.
Demikian diungkap mantan Juru Bicara KBI Adhie Massardi saat berbincang dengan okezone, Jumat (27/3/2009).
Pasalnya, penangkapan Ferry sebagai dalang kericuhan dalam demonstrasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada pertengahan tahun 2008 silam dianggap Adhie merupakan rekayasa. Begitupula dengan kericuhan pada saat itu yang juga dianggap Adhie sebagai rekayasa.
"Ini kemenangan demokrasi. Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan cara-cara orde baru dengan melakukan rekayasa kerusuhan," tukasnya.
Terkabulnya penangguhan penahanan bagi Ferry oleh pengadilan, menurut Adhie, merupakan indikasi hakim tidak melihat hal-hal yang berbahaya.
"Selain itu, selama di persidangan hakim tidak menemukan bukti apa-apa (terkait keterlibatan Ferry dalam kericuhan demonstrasi)," ujar Adhie.
Karena menurutnya, dalam kericuhan dalam aksi demonstrasi yang seharusnya diperiksa yakni orang yang berbuat kericuhan di lapangan.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.