nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Calon Pasien Ponari Tewas Kelelahan

Tritus Julan, Jurnalis · Senin 30 Maret 2009 04:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2009 03 29 1 205733
JOMBANG - Nasib malang menimpa Nurul Cahyono (17), pasien dukun cilik asal Jombang, Ponari. Nurul mengembuskan napas terakhir saat berharap kesembuhan dari dukun yang masih duduk di kelas III SD itu.

Pasien Ponari yang berasal dari Desa/Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso itu tiba di lokasi pengobatan di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, sekitar pukul 19.00 WIB, Minggu (29/3/2009).

Dengan mengendarai mobil pribadi bersama kedua orangtua dan pamannya, Nurul memilih untuk menginap sementara di rumah Mansyur, tetangga Ponari. Berharap agar pemuda yang menderita kelumpuhan selama empat tahun itu bisa diobati Ponari.

Di rumah Mansyur itu, Nurul sempat diberi tuan rumah air hasil celupan batu Ponari. Selain diminum, air itu juga dioleskan ke sekujur tubuh Nurul. Pihak kelurga pun saat itu yakin jika air ini bisa memberikan kesembuhan bagi Nurul. "Air itu sempat diminum dan dioleskan di kaki dan perutnya. Setelah itu Nurul tertidur," terang Syaifullah, paman Nurul saat ditemui di RSD Jombang.

Meski telah meminum air Ponari, Nurul tak juga beranjak membaik. Malahan, kondisi pemuda yang hanya lulusan SD itu semakin memburuk. Badan Nurul langsung lemas sehingga membuat keluarganya panik. Tepatnya sekitar pukul 22.45 WIB, Nurul meninggal dunia. Sekira pukul 01.00 WIB, jenazah Nurul dikirim ke RSD Jombang.

Khusnah (43) dan Arnito (46), kedua orangtua Nurul, sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anaknya.  Keduanya bahkan tak kuasa menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan. Mereka hanya menangis di samping jenazah anaknya yang dibungkus kain selimut.

Sebenarnya, bukan kali ini saja Nurul sempat menikmati air Ponari yang konon dianggap mujarab menyembuhkan bermacam-macam penyakit itu. Sebulan lalu, Syaifullah sempat mampir ke praktik Ponari untuk meminta air yang sudah dijampi-jampi. Namun upaya itu tak membuahkan hasil. Alasan inilah yang membuat Nurul dan keluarganya untuk datang langsung meminta pengobatan dari dukun cilik yang mendadak kaya itu.

"Air yang saya minta dulu, tak banyak membuahkan hasil. Dan sayangnya, saat belum ditangani Ponari sendiri, Nurul sudah tak bisa diselamatkan," lontar Syaifullah menyayangkan.

Kapolsek Megaluh, AKP Sutikno mengungkapkan, polisi tak bisa memastikan penyebab kematina Nurul, menyusul penolakan keluarga atas permintaan visum polisi.

Dugaan sementara, Nurul meninggal dunia lantaran kelelahan setelah menjalani perjalanan yang cukup lama dari Bondowoso. "Kemungkinan karena kecapaian, dan kondisi Nurul yang memang kurang baik," ungkap Sutikno.

(ram.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini