35 Warga Cibadak Diduga Terserang Chikungunya

Toni Kamajaya, Koran SI · Senin 18 Mei 2009 23:09 WIB
https: img.okezone.com content 2009 05 18 1 221011

SUKABUMI - Sebanyak 35 orang warga Kampung Sekarwangi RT04/RW17 Kelurahan/Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami gejala kelumpuhan sementara, sejak dua pekan terakhir.

Dinas kesehatan setempat menyatakan mereka sebagai terduga chikungunya. Ironisnya, peristiwa tersebut melanda daerah yang berada tepat di pusat pemerintahan Kecamatan Cibadak.

Heni Kusumawati (28), salah seorang warga mengaku gejala kelumpuhan itu diawali rasa nyeri pada persendian kaki dan pegal-pegal pada tulang belakang tubuhnya. Bersamaan dengan itu, beberapa bagian tubuhnya juga terserang bintik merah yang disertai gatal-gatal. Kondisi ini mengakibatkan ibu beranak dua tersebut mengalami kelumpuhan.

 "Gejala itu mulai terasa pada saat bangun tidur, tiba-tiba kedua kaki saya sulit digerakan. Begitu juga bagian tulang belakang tubuh terasa ngilu dan pegal. Sudah satu minggu ini saya tidak beranjak dari tempat tidur sehingga tidak sempat untuk berobat," ungkap Heni, Senin (18/5/2009).

Kondisi yang sama juga dialami Lusti Oktawiati (34), dan dua orang anaknya yakni Firman (13), dan Rizki (10), serta adik kandungnya bernama Firman Dika (23).

Berdasarkan hasil penelitian lapangan yang dilakukan petugas Puskesmas Sekarwangi, Dindin SKM, menunjukan hampir di seluruh tempat tinggal warga ditemukan banyak genangan air kotor yang tertampung. Mulai dari bekas pot bunga, ember serta sejumlah perabotan lainnya.

Disamping itu, saluran pembuangan air atau selokan yang membentang wilayah perkampungan tersebut juga relatif tidak berjalan lancar akibat dipenuhi sampah.

"Genangan air kotor serta aliran selokan yang tidak lancar ini diduga sebagai sumber penyebaran penyakit yang menyebabkan puluhan warga di sini mengalami gejala kelumpuhan dan bintik merah. Secara klinis, sepertinya gejala itu lebih mengarah pada chikungunya yang diakibatkan gigitan nyamuk yang sama dengan DBD yakni Aedes Agepty. Namun untuk memastikannya kami perlu melakukan test laboratorium," ujar Dindin saat meninjau lokasi.

(lsi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini