Image

Gajah Versus Manusia, 51 Tewas

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Minggu 31 Mei 2009, 20:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2009 05 31 1 224742

PEKANBARU - Nasib gajah Sumatera di Riau semakin tersudut, lantaran habitatnya semakin menyempitnya dirambah manusia.

Aktivitas perambahan baik yang dilakukan perusahaan industri dan penduduk setempat disinyalir sebagai penyebab utama semakin menyempitnya habitat gajah. Akibatnya gajah turun gunung untuk mencari pangan di perkampungan penduduk.

Sehingga memunculkan konflik antara manusia dan binatang raksasa ini. Pertikaian antara mereka tak jarang mengakibatkan kematian bagi gajah. World Wildlife Fund (WWF) wilayah Riau mencatat dari tahun 2006 hingga kini sedikitnya ada 39 gajah yang terbunuh.

Belakangan ini dalam waktu yang tidak terlalu lama empat ekor gajah terbunuh, termasuk gajah terlatih milik Pusat Latihan Gajah (PLG) di Minas. WWF merinci pada tahun 2006 gajah yang mati di Riau cukup melonjak yakni 24 ekor. Sedangkan untuk tahun 2007 gajah empat ekor dan tahun 2008 kematian gajah kembali meningkat menjadi 8 ekor dan   pada 2009, yakni dari bulan Mei sudah ada empat gajah yang mati.

"Gajah liar yang mati itu banyak terbunuh di kawasan hutan Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan kemudian juga di Kabupaten Kampar," kata Humas WWF Syamsidar dalam perbincangan dengan okezone di Pekanbaru, Minggu, (31/5/2009).

Sedangkan korban yang berjatuhan pada manusia sendiri mulai tahun 2006  hingga tahuan 2009 berjumlah 12 orang. Beberapa manusia yang mati terbunuh akibat amukan gajah yakni tahun 2006 pawang gajah dari pusat latihan Gajah (PLG) Riau, Syarifuddin (30) tewas diinjak gajah saat melakukan pengusiran gajah yang sedang mengamuk di Kabupaten Kampar.

Ronal (50) seorang petani warga Bengkalis juga  tewas setelah tubuhnya diinjak gajah yang ngamuk pada 20 Juli 2008 lalu. Pada 14 September 2008  Umar (68), warga Desa Harapan Baru, Mandau, Kabupaten bengkalis juga mati mengenaskan setelah tubuhnya diinjak gajah sewaktu pulang dari salat tarawih. Selanjutnya seorang bocah Mandau Rusli (14), juga mati juga diinjak kawanan gajah saat tanpa sengaja berpapasan dengan hewan raksasa.

"Manusia yang meninggal akibat komflik dengan gajah pada tahun 2006 tercatat enam orang, tahun 2007 dan 2008 masing-masing tiga orang. Sedangkan untuk korban luka-luka berjumlah dua orang," lanjut Syamsidar.

Terusudutnya gajah akibat sejumlah perusahaan membuka hutan alam untuk Tanaman Industri (HTI) serta perkebunan. Selain itu yang membuat keberadaan gajah semakin terancam punah tidak lain akibat perburuan gading.

Betapa tidak, satu kilogram gading gajah dihargai Rp20 juta. Sedangkan gajah jantan dewasa bisa memiliki berat gading kisaran 20 kilogram, jadi jika di hitung per rupiahnya bisa mencapai Rp400 juta per gadingnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini