Share

Lagi, Penulis Surat Pembaca Dihukum

Isfari Hikmat, Koran SI · Kamis 04 Juni 2009 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2009 06 04 1 226270 hshLE3thsq.jpg akiragats.files.wordpress.com

JAKARTA - Khoe Seng Seng alias Aseng (44), didakwa satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (4/6/2009). Warga Penjagalan, Jakarta Utara, ini dianggap telah mencemarkan nama baik setelah menulis surat pembaca ke media cetak.

Oleh jaksa penuntut umum (JPU) Mana Sihombing, Aseng didakwa pasal 311 Ayat 1 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. Sebelumnya pria asal Singaraja ini juga dikenakan Pasal 310 KUHP karena dianggap melakukan fitnah namun tidak terbukti.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Terdakwa dianggap telah menista sebuah lembaga dengan tulisan," ungkapnya saat membacakan dakwaan.

Menurut JPU, terdakwa telah terbukti melakukan pencemaran nama baik terhadap PT Duta Pertiwi selaku pengelola ITC Mangga Dua melalui surat pembaca. Sebelumnya Aseng menulis surat pembaca yang dimuat di harian Kompas edisi Selasa 26 September 2006 pada halaman Ruang Opini dengan judul Duta Pertiwi Bohong.

Sedangkan surat pembaca kedua yang ditulis Aseng dimuat dalam surat kabar Suara Pembaruan pada Selasa 21 September 2006 di halaman sembilan dengan judul Jeritan Pemilik Kios ITC Mangga Dua.

Mana menambahkan, kedua surat pembaca yang ditulis Aseng sama-sama berisi tentang tuduhan pencemaran nama baik karena PT Duta Pertiwi telah melakukan penipuan terhadap konsumennya.

"Surat pembaca yang dikirimkan terdakwa sangat memojokkan pihak Duta Pertiwi, ini termasuk dalam pencemaran nama baik," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Aseng menilai JPU mengada-ada dalam melakukan dakwaan. Pihaknya berjanji akan membeberkan bukti-bukti dalam sidang pembelaan pada Rabu 17 Juni 2009.

"Keterangan jaksa penuntut tidak relevan dengan kenyataan," ungkapnya. Terlebih saksi korban tidak pernah dihadirkan dalam persidangan yang sudah sebanyak 26 kali digelar.

Sementara, Winny Kwee Meng Loan alias Wini (47), juga didakwa serupa dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Robinson Tarigan. Pemilik kios di lantai 2 blok C 119 ITC Mangga Dua ini mengaku banyak kejanggalan dalam dakwaan jaksa.

"Saya tidak pernah menulis e-mail kepada harian Suara Pembaruan," ungkap Winny.

Sedangkan rekan mereka lainnya Fifi Tanang, terlebih dulu dikenakan hukuman setengah tahun penjara dengan masa percobaan satu tahun di PN Jakarta Selatan lantaran telah menulis surat pembaca media di Investor Daily. Sedangkan Pan Esther dibebaskan dari dakwaan di PN Jakarta Utara.

Mereka adalah pemilik kios di ITC Mangga Dua yang mengirimkan surat pembaca soal keluhan mereka terhadap pengelola. Karena merasa dirugikan, mereka mengirimkan surat pembaca ke sejumlah media cetak dengan tujuan agar masyarakat tidak mengalami nasib yang sama.

Diketahui ada 19 pemilik kios yang merasa dirugikan oleh pengembang, 16 di antaranya melaporkan ke polisi, empat di antaranya menulis keluhan melalui surat pembaca.(lam)

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini