JAKARTA - Karena Badan Layanan Umum (BLU) mengutang jasa operasional, maka ratusan armada bus Transjakarta di koridor IV (Pulogadung-Dukuh Atas), V (Ancol-Kampung Melayu), VI (Ragunan-Kuningan) dan koridor VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) dikandangkan.
Direktur Operasional dan Teknik PT Jakarta Trans Metropolitan (JTM) I Gusti Ngurah Oka selaku pengelola koridor IV mengatakan, tidak beroperasinya sebagian armada di sejumlah koridor karena BLU Transjakarta belum membayar jasa operasional kepada operator. Nilai jasa yang belum terbayar mencapai Rp24 miliar. "Kepada JTM Rp12 miliar dan JMT (Jakarta Mega Trans) juga Rp12 miliar," ucapnya di Jakarta, Kamis (11/6/2009).
Karena tidak ada pemasukan, maka operator pun tidak dapat membayar tunggakan pemakaian Bahan Bakar Gas (BBG). Sehingga pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jalan Pemuda pun tidak membolehkan armada busway ke empat koridor mengisi bahan bakar. "Mulai jam 11.00 WIB tadi kami tidak boleh mengisi gas," katanya.
Dalam kondisi wajar, tukas Oka, pihaknya harus menyetor deposit ke pengelola SPBG senilai Rp300 juta tiap 10 hari sekali. Namun karena BLU hingga saat ini belum memberikan pembayaran hingga 20 hari ini, maka JMT pun tidak mampu memberikan deposit yang dimaksud.
Kemarin saja, gara-gara tunggakan tersebut sebanyak 55 bus di koridor IV dan VI dikandangkan begitupun 54 bus di koridor V dan VII mengalami hal yang sama. "Kami hanya dapat mengoperasikan tiga bus cadangan yang BBG-nya masih penuh," ujarnya.
Manajer Pengendalian BLU Transjakarta Gunardjo mengakui adanya kendala dalam pengoperasian busway. Namun, yang terganggu operasinya hanya di koridor IV dan VI. Sementara koridor V dan VII tetap beroperasi seperti biasa. Pihaknya juga telah mengantisipasi dengan mengirimkan bantuan armada dari koridor lainnya agar tidak terjadi penumpukan di halte-halte koridor yang terganggu itu.
Gunardjo menjelaskan, bantuan armada untuk koridor IV yaitu 10 bus dari koridor I (Blok M-Kota), dua bus dari koridor II (Pulogadung-Harmoni) dan satu bus dari JTM yang masih dapat dioperasikan.Â
Sementara untuk koridor VI, pihaknya mengkondisikan dengan meminjam tujuh bus dari Primajasa yang beroperasi di koridor VIII (Lebak Bulus-Harmoni) lalu 12 bus dari koridor I dan dua bus dari JTM. Dengan adanya gangguan itu dipastikan pelayanan busway akan terganggu.
Pastinya waktu tunggu dibeberapa koridor akan semakin lama karena banyaknya armada yang dipinjam. Penumpukan penumpang pun tidak dapat dihindari. Gunardjo pun tidak dapat memastikan kapan kondisi ini akan diselesaikan. "Kondisi ini masih akan terus berlanjut jika busway masih belum dapat mengisi BBG," pungkasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.