Kabupaten Malang Rawan Pangan

Zia Ulhaq, Koran SI · Rabu 24 Juni 2009 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2009 06 24 1 232619

MALANG - Meskipun Kabupaten Malang tanahnya subur, masih ada desa rawan pangan. Bahkan, dua desa dipilih untuk program Desa Mandiri Pangan oleh pemerintah pusat.

Ada dua desa yang dipilih lantaran kriteria pemenuhan pangan sangat memprihatinkan, yaitu Desa Slampakrejo di Kecamatan Jabung dan Desa Ringinkembar di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dua desa tersebut dipilih karena kemiskinan diatas 30% dari total jumlah penduduknya.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Helijanti K, desa tersebut dipilih untuk program Desa Mandiri Pangan. Di antara desa yang rawan pangan di Kabupaten Malang, desa tersebut yang lebih didahulukan. "Mencapai 40% jumlah masyarakat miskinnya. Ini berdasarkan survei kita di lapangan," katanya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan enggan menyebutkan berapa angka pastinya desa yang rawan pangan di Kabupaten Malang. Yang pasti, kata dia, program tersebut akan dilakukan sampai selama 4 tahun. Selama 4 tahun program Desa Mandiri Pangan tersebut akan dijalankan pada dua desa ini.

Mengenai anggarannya, ada Rp100 Juta untuk tiap desa. Anggaran tersebut nantinya akan disalurkan kepada tiap kelompok kerja yang anggotanya dari tokoh masyarakat, serta warga biasa di desa tersebut.

"Nanti untuk bibit semacam umbi-umbian tanamannya. Soalnya tanaman tersebut yang sesuai untuk dua desa tersebut," ujarnya.

Program Desa Mandiri Pangan tersebut berturut-turut akan dilaksanakan pada desa yang rawan pangan di Kabupaten Malang. Untuk 2010 nanti, ada 4 desa rawan pangan yang akan diikutkan program Desa Mandiri Pangan. Kriteria pola hidup, penghasilan, serta pangan warganya yang menjadi indikator diikutkannya desa dalam program Desa Mandiri Pangan.

"Masyarakat miskinnya lebih dari 30%, itu syaratnya," ucapnya.

Sementara itu, menurut Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Malang, Choirul Anam, program Desa Mandiri Pangan harus melandaskan pada potensi desa. Jangan sampai tanaman yang ditawarkan sulit ditanam di desa tersebut.

"Pokoknya jangan hanya bagus di programnya saja, harus bagus dilapangan juga," terangnya.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini