Pungli, Pegawai Bea Cukai Divonis 4 Tahun Bui

Purwadi, Koran SI · Senin 27 Juli 2009 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2009 07 27 1 242306

JAKARTA - Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen Jalur Hijau pada Kantor Pelayanan Utama Ditjen Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Agus Syafiin Pane, divonis empat tahun penjara, karena terbukti menerima sejumlah uang selama 2007 sampai 2008. Pemberian uang itu, sebagai bentuk suap dan pemerasan terhadap sejumlah pengusaha.

Terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider hukuman pengganti selama empat bulan penjara. "Memutuskan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan," kata Ketua Majelis Hakim Moerdiono di Pengadilan Tipikor, Senin (27/7/2009).

Vonis ini jauh lebih berat dari tuntutan tim jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut hukuman 3,5 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider hukuman pengganti selama 6 bulan kurungan.

Majelis hakim menilai, terdakwa telah terbukti  menerima sejumlah uang selama 2007 sampai 2008. Pemberian uang itu,  sebagai bentuk suap dan pemerasan terhadap sejumlah pengusaha yang mengurus surat di jalur hijau. "Pemberian uang pada terdakwa diyakini untuk memperlancar perpindahan barang impor. Pemberian itu agar Agus mempermudah proses pengeluaran barang impor dari wilayah pabean Tanjung Priok," kata anggota majelis hakim Teguh Hariyanto.

Majelis hakim menuturkan, Agus menerima uang Rp76 juta secara bertahap dari Tan Nadim, pengusaha PT Canghong. Tan Nadim memberikan uang itu untuk memperlancar pengeluaran barang yang diimpor oleh perusahaannya. Jumlah pemberian itu dihitung berdasarkan jumlah kontainer barang impor. "Tiap kontainer dihargai Rp250 ribu," kata Teguh.

Agus juga terbukti  menerima sejumlah uang dari beberapa pengusaha lain dengan modus yang kurang lebih sama. Pemberian itu berasal dari Moh Yusuf dari PT Kenari Djaya Rp6 juta, Hilda Suwandi dari PT Gemilang Expresindo Rp3 juta, Hernoto Prawiro dari PT Hibson Wira Prakasa Rp22 juta, M Agus Subandi dari PT Daisy Mutiara Nusantara Rp900 ribu, Subagyo dari PT Catur Daya Sembada 12,1 juta, dan Roby Aritonang dari CV Sinar Fajar Rp800 ribu. Menurut majelis, uang tersebut kemudian dibagikan ke sedikitnya 20 pegawai bea cukai yang lain.

Terdakwa Agus Safiin Pane mengaku belum bisa bersikap atas putusan majelis hakim. "Saya masih pikir-pikir dulu yang mulia," katanya.

Kuasa hukum terdakwa, Derta Rahmanto mengatakan pertimbangan hukum yang digunakan majelis hakim dinilai tidak sesuai dengan fakta persidangan. Dari keterangan saksi-saksi  itu, lanjut dia, sebenarnya tidak terbukti memberikan uang pada Agus Safiin karena masih ada lagi tiga Pejabat Pengurus Dokumen (PPD) yang lain.

"Kenapa yang tiga orang itu kok tidak di sidang, padahal dilakukan secara bersama-sama. Jadi kalau satu orang, terdakwa tidak berwenang mengeluarkan surat karena yang berwenang adalah sistem. Harusnya kena semua," jelasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini