Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Libur Lebaran, Hotel Kelas Melati di Yogya Penuh

Daru Waskita , Jurnalis-Selasa, 22 September 2009 |21:26 WIB
Libur Lebaran, Hotel Kelas Melati di Yogya Penuh
A
A
A

YOGYAKARTA - Libur dan cuti bersama Lebaran 2009 membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha khususnya pelaku usaha penginapan losmen atau hotel kelas melati di kawasan Malioboro Yogyakarta. Tingkat hunian kelas melati saat ini telah mencapai 90-100 persen.

"Sejak Lebaran pertama hari Minggu yang lalu hotel-hotel kelas melati di kawasan Malioboro sudah penuh tamu yang menginap," tutur Agus Santosa (34), karyawan losmen Family di Jalan Dagen No14, Yogyakarta, Selasa (22/9/2009).

Seperti kebiasaan yang lalu, jika ada libur panjang ataupun cuti bersama losmen-losmen dan hotel kelas melati dengan tarif Rp50 ribu-200 ribu dipastikan sudah penuh. Bahkan satu hari menjelang libur banyak losmen dan hotel melati yang sudah   menolak tamu karena sudah dipesan jauh-jauh hari oleh tamu langganan.

"Rata-rata tamu yang menginap adalah wisatawan luar daerah yang punya saudara atau teman di Yogyakarta. Namun demikian banyak wisatawan yang sengaja ingin menghabiskan libur dan cuti bersama di beberapa objek wisata yang ada di Yogyakarta," jelas Agus.

Lebih lanjut Agus Santosa menyatakan bagi tamu hotel yang merupakan langganan,  biasanya mereka memesan hotel jauh-jauh hari sebelum mereka datang ke Yogyakarta, karena saat libur panjang seperti ini jumlah tamu di hotel sangat padat sehingga akan kesulitan mendapat kamar hotel mendadak.

"Satu minggu sebelum libur dan cuti bersama, biasanya tamu langganan hotel sudah memesan kamar, sehingga saat tiba di Yogyakarta mereka tinggal menempati kamar yang dipesannya," tutur Agus.

Senada dengan Agus, Yatmo (31) salah seorang karyawan Hotel Amarta yang juga berada di kawasan Jalan Dagen, mengaku walaupun tamu datang silih berganti namun kamar selalu terisi penuh bahkan sempat menolak tamu yang datang.

"Beberapa hari ini pada halaman hotel sudah dipasang pengumuman kamar penuh. Jika pun ada, kamar  tersebut sudah dipesan oleh tamu. Sehingga kita tidak bisa menerima tamu yang akan menginap," kata Yatmo.

Tamu hotel yang saat ini menginap merupakan tamu langganan yang sudah lama, sehingga pihak hotel memprioritaskan mereka untuk mendapatkan kamar terlebih dahulu dari pada para pendatang baru.

"Kita tidak mau kehilangan pelanggan yang setia dengan alasan kamar penuh, jika masih mungkin ada kamar, mereka yang kita prioritaskan," terang Yatmo.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement