Siswa Korban Longsor Cianjur Terancam Tak Sekolah

Ricky Susan, Koran SI · Rabu 23 September 2009 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2009 09 23 1 259480 pIEkgbbB97.jpg

CIANJUR - Sedikitnya 200 siswa SD, SMP, SMA, SMK dan MA di Desa Cikangkareng dan Pamoyanan, terancam tidak bisa masuk sekolah, Senin mendatang. Pasalnya, akses jalan menuju sekolah mereka tertimbun longsoran bebatuan di Kampung Babakan Caringin, RT04/01, Desa Cikangkareng.

Karena itu, ratusan warga dari dua desa tersebut, melakukan kerja bakti menyingkirkan bongkahan bebatuan yang menutupi jalan yang melintas di dua desa tersebut.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sejak terjadinya longsor, aktivitas warga di dua desa itu menjadi lumpuh karena jalan yang menghubungkan desa mereka tertutup longsoran dari Bukit Urug Anafi.

Masyarakat dari dua desa ini melakukan kerja bakti menggunakan alat manual, seperti palu linggis dan peralatan seadanya.

"Jika jalan ini tidak bisa lagi dibuka, kami akan kesulitan, karena kalau melewati jalan alternatif, jaraknya cukup jauh, dan membutuhkan waktu satu hingga dua jam," ungkap Epi, warga setempat, Rabu (23/9/2009).

Jika pembukaan tidak segera dilakukan, lanjut Epi, hal tersebut akan menghambat para siswa untuk bersekolah Senin pekan depan. "Jika liburan sekolah selesai, dan jalan masih tertutup, ada ratusan siswa yang tidak akan sekolah. Karena jalan menuju sekolah tertutup. Jika mereka melewati jalan alternatif akan lebih jauh dan kita khawatir karena kondisi jalan cukup terjal," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah bisa membantu dan memperhatikan kondisi jalan itu. Karena tanpa jalan tersebut, warga tidak bisa berbuat banyak. "Kami berharap pemerintah bisa membantu agar jalan yang tertutup bebatuan itu bisa terbuka kembali," harapnya. 

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini