Kerajaan Majapahit di Depan Mata

Tritus Julan, Koran SI · Kamis 15 Oktober 2009 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2009 10 15 340 265740 CddJK0sbd4.jpg Penggalian situs Kerajaan Majapahit. (Foto: Tritus Julan/okezone)

MOJOKERTO - Sejengkal demi sejengkal, sejarah peradaban Kerajaan Majapahit itu mulai terungkap dari aktivitas rehabilitasi Pusat Informasi Majapahit.

Dari benda berupa kuas, cangkul dan alat penggalian lainnya, sejarah bisa yang terpendam dalam tanah ini mulai disibak. Tampak hati-hati, saat sejumlah tim penggalian berupaya menampakkan apa yang terpendam dalam tanah.

Batu bata kuno berjajar panjang hingga tampak sebagai sebuah struktur bangunan. Tembok besar, sejumlah tembikar dan keramik, menggambarkan sejarah tersendiri dari lokasi galian yang sempat kontroversi akibat kerusakan situs di sini.

Perlahan, saksi bisu itu mulai terkumpul dan akan bercerita bagaimana benda-benda ini dibuat pada masa lampau.

Para pakar arkeologi yang singgah di Trowulan, sedikit bisa tersenyum lebar. Meski sebelumnya, mereka sempat menangis lantaran banyak situs kuno yang rusak akibat proyek PIM lalu.

Setidaknya, fakta yang dihasilkan dari proyek rehabilitasi ini bisa memompa semangat mereka untuk terus menguak sejarah di balik benda-benda yang ditemukan.

Rehabilitasi dan eskavasi yang dilakukan kemarin, memang belum tuntas. Dari empat tahap penggalian yang dilakukan, saat ini baru memasuki awal tahap kedua. Namun demikian, sejarah besar Kerajaan Majapahit sudah mulai bisa diintip.

"Lokasi yang kami rehabitasi ini berupa pemukiman yang padat. Ini semakin menguatkan dugaan kami, bahwa di lokasi PIM ini adalah jantung kota Kerajaan Majapahit," ujar Osrifoel Oesman, salah satu anggota tim evaluasi rehabilitasi PIM.

Bukan tanpa alasan Osrifoel menduga demikian. Dari beberapa kotak penggalian, di sana ditemukan benda-benda yang bukan milik orang biasa. Terlihat dari sejumlah benda, baik gerabah maupun hiasan yang tampak istimewa.

"Sejauh ini, semua benda yang menjadi unsur kota, sudah ditemukan. Ini meyakinkan kami jika di sinilah pusat kota Kerajaan Majapahit itu," ungkapnya yakin.

Untuk mewujudkan Kota Majapahit seutuhnya, tim memang tak perlu membuka semua tanah PIM seluas 5,7 hektare itu. Setidaknya, dengan hanya membuka 200 kotak seluas masing-masing 4x4 meter itu, tim sudah bisa meyakinkan, apa sebenarnya yang terpendam dalam tanah itu.

Juga penentuan di mana pusat kota Kerajaan Majapahit yang pernah dipimpin Raden Wijaya itu. "Tinggal kita lihat saja proses penggalian hingga tahap akhir," katanya.

Penemuan tim evaluasi dan rehabilitasi PIM ini, setidaknya bersambung dengan penemuan yang dilakukan tim Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) beberapa waktu lalu. Tim yang pernah melakukan penggalian di situs Sentonorejo itu juga meyakini jika lokasi PIM merupakan pusat kota kerajaan yang berdiri pada abad XIII itu.

"Temuan yang ada di situs Segaran (PIM) ini memang sama dengan situs di Sentonorejo," terang Cecep Eka Permana, salah satu doktor arkeologi dari Universitas Indonesia (UI) yang pernah memimpin PATI.

Dikatakan, di atas tanah seluas 1x1 hektar, antara situs Sentonorejo dan Segaran itulah dugaan kuat pusat kota Kerajaan Majapahit. Selain benda yang ditemukan dari hasil penggalian, juga sejumlah bangunan kuno yang sudah tampak.

"Ada situs Kolam Segaran. Ini meyakinkan kami jika di sinilah pusat kotanya. Semua unsur kota sudah terpenuhi," tukasnya.

Jika saja penggalian PIM ini sudah usai dilakukan, teka-teki di mana pusat kota Kerajaan Majapahit akan bisa terungkap. Dari proyek ini, semua benda peninggalan Majapahit akan bisa dipampang dan disaksikan dalam bentuk tiga dimensi.

Dari sana, kebesaran Majapahit akan bisa ditampilkan. Setidaknya, peradaban berupa pemukiman petinggi kerajaan tak lagi hanya bisa dibaca dari buku sejarah atau bahkan kitab Nagarakrtagama.

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini