nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teroris Bangkit, Setelah "Tidur" 14 Tahun

Muhammad Saifullah , Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2009 13:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2009 10 15 343 265908 qcHTT9CXbr.jpg Ledakan bom di Kedubes Filipina (ist)

JAKARTA - Setelah tidur selama hampir 14 tahun, aksi teror kembali menyeruak di Tanah Air yang dimulai dengan aksi bom Masjid Istiqlal, pada 1999 silam. Teror pun terus bergulir hingga kini.

Dalam rentang waktu tahun 1985 hingga 1999 tercatat sejumlah aksi pengeboman di Indonesia. Namun skalanya dan dampaknya relatif kecil.

Pengeboman Masjid Istiqlal terjadi pada 19 April 1999 kuat dugaan bom Istiqlal bermotif mengadu domba antar-umat beragama. Pelakunya adalah Eddy Ranto alias Umar. Dia adalah lulusan sebuah sekolah teknik kejuruan, jurusan elektronika, di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Pria beristri dua ini pernah bekerja sebagai staf bagian perawatan anak perusahaan otomotif Astra. Gawatnya, Eddy disebut aparat sebagai pemimpin sebuah gerakan Islam bernama AMIN (Angkatan Mujahiddin Islam Nusantara). Belakangan polisi lebih senang menyebut mereka Kelompok Amir.

"Tapi insiden ini lebih condong ke bentuk state terorism. Hingga kini dalang pengeboman belum diketahui identitasnya," ujar pengamat terorisme Al Chaidar kepada okezone di Jakarta.

Teror bom pun berlanjut dimana-mana

Setelah pengeboman Masjid Istiqlal, teror menggunakan bom seolah menjadi tradisi di Indonesia. Tercatat pada tahun 2000 saja terdapat empat peristiwa pengeboman di Tanah Air. Jumlah peristiwa pengeboman serupa juga berlanjut pada tahun 2001. Baru pada tahun 2002, jumlah peristiwa pengeboman turun menjadi tiga kasus. Pada tahun 2003 dan 2004 jumlah pengeboman di Indonesia stagnan tiga kasus.

Baru para tahun 2005 jumlahnya naik menjadi lima kasus. Namun pada rentang waktu empat tahun kemudian teror bom absen di Indonesia. Pada 17 Juli 2009 ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton kembali mengejutkan publik. Apalagi jumlah korbannya cukup besar. Sembilan meninggal dan puluhan luka-luka.

Berikut daftar kasus pengeboman di Indonesia:

Tahun 2000

1. Bom Kedubes Filipina, 1 Agustus 2000. Bom meledak dari sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat. Dua orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Duta Besar Filipina Leonides T Caday.

2. Bom Kedubes Malaysia, 27 Agustus 2000. Granat meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada korban jiwa.

3. Bom Bursa Efek Jakarta, 13 September 2000. Ledakan mengguncang lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta. 10 orang tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 104 mobil rusak berat, 57 rusak ringan.

4. Bom malam Natal, 24 Desember 2000. Serangkaian ledakan bom pada malam Natal di beberapa kota di Indonesia, merenggut nyawa 16 jiwa dan melukai 96 lainnya serta mengakibatkan 37 mobil rusak.

Tahun  2001

1. Bom Gereja Santa Anna dan HKBP, 22 Juli 2001. 5 orang tewas.

2. Bom Plaza Atrium Senen Jakarta, 23 September 2001. Bom meledak di kawasan Plaza Atrium, Senen, Jakarta. 6 orang cedera.

3. Bom restoran KFC, Makassar, 12 Oktober 2001. Ledakan bom mengakibatkan kaca, langit-langit, dan neon sign KFC pecah. Tidak ada korban jiwa. Sebuah bom lainnya yang dipasang di kantor MLC Life cabang Makassar tidak meledak.

4. Bom sekolah Australia, Jakarta, 6 November 2001. Bom rakitan meledak di halaman Australian International School (AIS), Pejaten, Jakarta.

Tahun 2002

1. Bom Tahun Baru, 1 Januari 2002. Granat manggis meledak di depan rumah makan ayam Bulungan, Jakarta. Satu orang tewas dan seorang lainnya luka-luka. Di Palu, Sulawesi Tengah, terjadi empat ledakan bom di berbagai gereja. Tidak ada korban jiwa.

2. Bom Bali, 12 Oktober 2002. Tiga ledakan mengguncang Bali. 202 korban yang mayoritas warga negara Australia tewas dan 300 orang lainnya luka-luka. Saat bersamaan, di Manado, Sulawesi Utara, bom rakitan juga meledak di kantor Konjen Filipina, tidak ada korban jiwa.

3. Bom restoran McDonald's, Makassar, 5 Desember 2002. Bom rakitan yang dibungkus wadah pelat baja meledak di restoran McDonald's Makassar. 3 orang tewas dan 11 luka-luka.

Tahun  2003

1. Bom Kompleks Mabes Polri, Jakarta, 3 Februari 2003, Bom rakitan meledak di lobi Wisma Bhayangkari, Mabes Polri Jakarta. Tidak ada korban jiwa.

2. Bom Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, 27 April 2003. Bom meledak dii area publik di terminal 2F, bandar udara internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta. 2 orang luka berat dan 8 lainnya luka sedang dan ringan.

3. Bom JW Marriott, 5 Agustus 2003. Bom menghancurkan sebagian Hotel JW Marriott. Sebanyak 11 orang meninggal, dan 152 orang lainnya mengalami luka-luka.

Tahun 2004

1. Bom Palopo, 10 Januari 2004. Menewaskan empat orang. (BBC)

2. Bom Kedubes Australia, 9 September 2004. Ledakan besar terjadi di depan Kedutaan Besar Australia. 5 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Ledakan juga mengakibatkan kerusakan beberapa gedung di sekitarnya seperti Menara Plaza 89, Menara Grasia, dan Gedung BNI. (Lihat pula: Bom Kedubes Indonesia, Paris 2004)

3. Ledakan bom di Gereja Immanuel, Palu, Sulawesi Tengah pada 12 Desember 2004.

Tahun 2005

1. Dua Bom meledak di Ambon pada 21 Maret 2005

2. Bom Tentena, 28 Mei 2005. 22 orang tewas.

3. Bom Pamulang, Tangerang, 8 Juni 2005. Bom meledak di halaman rumah Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril alias M Iqbal di Pamulang Barat. Tidak ada korban jiwa.

4. Bom Bali, 1 Oktober 2005. Bom kembali meledak di Bali. Sekurang-kurangnya 22 orang tewas dan 102 lainnya luka-luka akibat ledakan yang terjadi di R.AJA's Bar dan Restaurant, Kuta Square, daerah Pantai Kuta dan di Nyoman Café Jimbaran.

5. Bom Pasar Palu, 31 Desember 2005. Bom meledak di sebuah pasar di Palu, Sulawesi Tengah yang menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 45 orang.

Tahun 2009

1. Bom Mega Kuningan, Jakarta, 17 Juli 2009. Dua ledakan dahsyat terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta. Sembilan orang tewas dan puluhan luka-luka.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini