Share

Karadzic Pimpin Pembersihan Etnis

Nurfajri Budi Nugroho, Okezone · Rabu 28 Oktober 2009 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2009 10 28 18 269995 xlLooPqKEZ.jpg Radovan Karadzic (Foto: Reuters)

DEN HAG - Jaksa penuntut menuduh Radovan Karadzic (64), mantan pemimpin Bosnia Serbia, sebagai komandan tertinggi dalam pembersihan etnis selama perang Bosnia 1992-1995.

Namun Karadzic, yang menghadapi 11 tuntutan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan, tidak berada di pengadilan di Den Hag, Selasa waktu setempat, untuk mendengar dakwaan terhadap dirinya.

Karadzic memboikot jalannya persidangan untuk dua hari berturut-turut. Alasannya, dia membutuhkan waktu sembilan bulan untuk menyiapkan pembelaan. Namun hakim memutuskan sidang tetap dilanjutkan, meski sang terdakwa absen.

"Kasus ini mengenai komandan tertinggi itu, seorang pria yang menggunakan pemaksaan nasionalisme, kebencian, dan ketakutan untuk mengimplementasikan visinya terhadap Bosnia: Radovan Karadzic," ujar Alan Tieger, jaksa dalam kasus ini, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (28/10/2009).

Tieger juga mengutip pernyataan Karadzic yang sebelum perang mengatakan bahwa pasukan Serbia akan mengubah Sarajevo menjadi "kawah hitam", di mana 300.000 Muslim akan mati.

"Mereka akan musnah, orang-orang itu akan hilang dari muka bumi," kata Tieger mengutip ucapan Karadzic.

Terpisah, mantan Presiden Bosnia Serbia Biljana Plavsic (79) pengganti Karadzic, yang juga menghadapi tuduhan kejahatan perang, telah dibebaskan. Plavsic merupakan pejabat tertinggi bekas Yugoslavia yang dinyatakan bersalah atas perannya dalam perang Bosnia. Pada 2003 dia dijatuhi hukuman 11 tahun kurungan di penjara Swedia. Namun pengadilan Swedia memberikannya pembebasan lebih cepat karena dia berkelakuan baik.

(jri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini