nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Emoh Disuntik Vaksin Meningitis, Suami Istri Batal Haji

Amir Tejo, Jurnalis · Rabu 11 November 2009 11:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2009 11 11 340 274349 SDiqnsoIhf.jpg Ilustrasi:Anak-anak mananasik haji.(foto: dok SI)

SURABAYA - Gara-gara tidak mau melakukan vaksinasi meningitis, dua calon jemaah haji gagal berangkat. Keduanya adalah Sidiq Muhammad Daud Bin M Daud (43), beserta istrinya Samsidar Binti M Jalil (43).

Menurut Perwira Jaga Bidang Kesehatan, Drs Thohir Amd saat dikonfirmasi okezone di kantornya, pihaknya  terpaksa menunda keberangkatan jemaah yang belum melakukan vaksinasi meningitis. Ini dilakukan karena vaksinasi meningitis sudah menjadi persyaratan khusus yang ditentukan Pemerintah Saudi Arabia. Surat imbauan dari Pemerintah Arab Saudi tersebut disampaikan ke pemerintah Indonesia melalui Duta Besar Saudi Arabia di Jakarta.

Surat himbauan itu menyebutkan, jamaah Ibadah Haji tahun 1430 H/2009 ini harus melampirkan surat keterangan yang masih berlaku bahwa telah melakukan suntikan anti demam musiman dan meningitis dua minggu sebelum mengajukan permohonan visa haji.

"Dengan demikian maka suntikan anti demam musiman dan meningitis merupakan syarat dasar untuk mendapatkan visa sebagai syarat menuaikan ibadah haji. Apapun alasannya, bagi calon yang tidak melakukan vaksinasi, tidak akan diizinkan menunaikan ibadah haji ke Makkah Saudi Arabia," kata Thohir.

"Sebenarnya pihak Panitia Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) melalui bagian kesehatan sudah memberi solusi kepada Sidiq dan istrinya untuk imunisasi meningitis bisa dilakukan di poliklinik asrama haji, asal mereka mau melakukannya. Dengan tawaran tersebut, dia tetap tidak mau ya silakan," kata Thohir.

Sementara itu, jamaah asal Magersari RT 03/RW 02 Jabon Sidoarjo, Machsunah Binti H Sukri (35) yang tergabung di kloter 55 juga batal berangkat beserta suaminya Syamsul Hadi Bin Djumain (49) karena hamil. Machsunah diketahui telah hamil antara 9 sampai 10 minggu, setelah menjalani pemeriksaan ulang pada saat tiba di Asrama Haji,. "Usia kehamilan yang diizinkan berangkat antara 14 minggu sampai 26 minggu. Akhirnya malam itu juga (08/11) Machsunah pulang bersama suaminya," katanya.

Beberapa waktu lalu sedikitnya 190 CJH juga belum melakukan vaksin influenza. Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) AHES terpaksa melakukan vaksin influenza di klinik AHES. Jamaah tersebut terdiri dari 117 jamaah haji asal Kota Surabaya dan 13 jamah haji dari kloter 38 asal Kota Kediri.

Ada pula CJH yang sudah mendapat vaksin influenza namun dalam buku kesehatanya belum tercatat. Untuk meyakinkan apakah jemaah tersebut benar-benar melakukan vaksin, petugas kesehatan meminta calon jemaah membuat pernyataan di atas materi 6.000.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini