Polisi, KPK, Jaksa Bersatu di Sekolah Al Muslim Sidoarjo

Rabu 25 November 2009 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2009 11 25 230 279172

Sejarah baru bangsa Indonesia, Rabu (25/11/2009) telah diukir di sekolah Al Muslim Sidoarjo pagi tadi. Peristiwa penting tersebut adalah ketika polisi, KPK dan jaksa mau berdamai dan bersatu di hadapan seluruh civitas akademika sekolah Al Muslim Sidoarjo.

 

Momen berdamai dan bersatunya ketiga lembaga tersebut bukannya diwakili oleh pegawai dari masing-masing instansi. Melainkan diperankan oleh guru-guru staf pengajar sekolah di kawasan Wadung Asri 39F Waru Sidoarjo. Drama yang diperankan para guru ini disajikan dalam rangka memperingati Hari Guru ke-64.

 

Peringatan hari guru di sekolah Al Muslim diawali dengan ucapara bendera. Bedanya, seluruh petugas upacara kali ini adalah para guru. Justru pembina upacaranya adalah seorang siswi SMP Al Muslim kelas IX, Firda Azzahro.

 

Dalam sambutanya selaku pembina upacara, Firda yang mewakili seluruh siswa memberi ucapan selamat kepada para gurunya. Ia juga berterima kasih atas seluruh perhatian dan bimbingan para guru yang tidak pernah letih memberikan ilmu demi masa depan seluruh siswa layaknya pahlawan tanpa tanda jasa.

 

"Ustad-Ustada, semoga jangan pernah merasa letih untuk senatiasa membimbing, mendidik dan memberikan ilmu demi masa depan kami," ungkap Firda di depan seluruh peserta upacara.

 

Usai upacara di halaman out door sekolah. Seluruh siswa digiring memasuki halaman in door SD Al Muslim guna mengikuti acara selanjutnya, yakni drama teatrikal ala laskar pelangi bertajuk: "Suksesku karena Guruku".

 

Drama tersebut diawali pengambaran situasi belajar sekelompok siswa SD dengan kebandelannya masing-masing. Kemudian mereka terpisah selama 15 tahun dan bertemu kembali dengan profesi berbeda-beda. Di antara mereka ada yang sukses dengan profesinya sebagai Artis, Penyanyi, Pengusaha, Pimpinan Redaksi, Perwira Polisi, Auditor KPK dan Jaksa Penuntut.

 

Pada momen itu, tergambar dialog perseteruan dan keangkuhan antara si Jaksa, Polisi dan KPK yang masing-masing merasa benar. Kemudian mereka dilerai olah sang guru, yang menyadarkan bahwa mereka adalah teman. Kata sang guru, sepantutnya kalian harus selalu rukun dan damai sesuai ungkapan lama bersatu kita teguh bercerai kita akan runtuh.

 

"Kamu jadilah jaksa yang jujur. Mestinya kami menjadi polisi yang mampu mengayomi. Dan, kamu jadilah KPK yang amanah," pesan sang guru kepada murid-muridnya agar mau berdamai dan mampu menjalankan profesinya sebaik-baiknya.

 

Selanjutnya digambarkan. Mereka semua akhirnya berdamai dan bersatu untuk bersama-sama memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada guru mereka. Karena sang gurulah mereka semua dapat menjadi orang sukses.

 

"Bagaimana kalau kita memberi hadiah kejutan untuk guru kita di hari guru ke-64 ini," cetus salah satu peserta drama yang memerankan sebagai pimpinan redaksi. Kemudian dia meminta seluruh penonton agar melihat ke pintu keluar halaman indoor.

 

Tiba-tiba sebuah sedan mewah muncul dan berhenti tepat di depan pintu sekolah. "Inilah kado istimema kami untuk pak Umar Bakri," sela sang pimpinan redaksi sambil menuntun gurunya menuruni pangung dan berjalan menghampiri mobil. Sontak seluruh siswa yang menyaksikannya terharu dan terus menerus memberikan aplaus. Dan, drama selesai.

 

Selain mengandung harapan agar semua pihak dapat berdamai dan bersatu. Drama ini sungguhnya bertujuan agar momentum hari guru dapat menyadarkan masyarakat supaya memberi hormat dan berterima kasih kepada guru yang telah membuat mereka menjadi orang sukses.

 

"Pesan moral dari drama ini secara intern berusaha ditanamkan sejak dini kepada seluruh siswa KB-TK-SD-SMP Al Muslim Sidoarjo sehingga mereka wajib untuk menyaksikan kehebatan berakting dari para gurunya," pungkas Dewi selaku sang sutradara.

Pengirim:

zuhri muhammad [[email protected]]

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini