Waspadai Upaya Pemakzulan Pimpinan Pilihan Rakyat

Kamis 26 November 2009 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2009 11 26 230 279345

Beberapa nama politisi dan tokoh masyarakat berusaha memanfaatkan desakan agar Ketua KPK nonaktif Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto  untuk kembali memimpin KPK adalah upaya menjatuhkan SBY dari posisinya itu dan tuntutan agar Kapolri dan Kepala Bareskrim mundur dari jabatannya, hanya merupakan "sasaran atau target antara" sebab tujuan akhirnya adalah tetap menjatuhkan SBY dari masa kepemimpinannya tahun 2009-2014.

Sejumlah tokoh masyarakat menginginkan agar Presiden Yudhoyono melakukan intervensi atau" masuk" ke dalam kasus antara KPK dengan Polri tersebut. Kalau nanti ternyata SBY masuk ke wilayah hukum dalam kasus antara KPK dengan Polri tersebut, maka tokoh- tokoh tersebut nantinya akan menuduh bahwa SBY telah melakukan intervensi atau "masuk " ke wilayah hukum yang bukan menjadi wewenangnya , sehingga mereka mempunyai alasan untuk melakukan " impeachment" (pemakzulan) terhadap Kepala Negara yang sah dan berdasarkan pilihan rakyat.

Nampak adanya indikasi untuk menjatuhkan atau melakukan pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan memanfaatkan kasus perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan jajaran Polri dan Kasus Bank Century. Muaranya  (akhir) dari berbagai kegiatan itu adalah mendiskreditkan atau mendegradasikan Presiden Yudhoyono.

Bahwa para tokoh tersebut pada umumnya merasa kecewa karena mereka kalah dalam pemiihan anggota DPR, DPD serta DPRD serta dalam pemilihan presiden yang diselenggarakan pada tahun 2009. Yudhoyono telah menang mutlak dalam Pilpres dengan sedikitnya meraih suara 60 persen. Mayoritas bangsa Indonesia menginginkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh. Namun, ada kelompok minoritas yang cerdik, licik, dan pandai mencari celah dan manfaatkan situasi seperti konflik yang sekarang terjadi.

Karena itu, aparat penegak hukum seperti Kepolisian RI (Polri), Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi harus mampu menahan diri agar tidak terjebak dalam situasi yang lebih rumit lagi.

Yayan Saptawan, SH

Pemerhati Masalah Hukum dan HAM

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini