Damailah Selalu Negeriku

Minggu 29 November 2009 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2009 11 29 230 279994

Beberapa hari yang lalu Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar seluruh rakyat Indonesia membudayakan perdamaian untuk menyelesaikan segala macam konflik yang muncul. Seruan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Perdamaian Dunia di Ambon, Maluku.

 

Tentunya kita setuju dengan seruan Presiden tadi mengingat banyaknya kasus pertikaian yang dipertontonkan oleh media massa, terutama elektronik (televisi). Mulai bentrok antar warga, pelajar, bahkan mahasiswa, kekerasan di jalanan, keributan pertandingan sepak bola, ricuh konser musik, sampai adu jotos di kalangan wakil rakyat yang terhormat sekalipun.

 

Bangsa Indonesia tercinta ini seakan bukan lagi merupakan bangsa yang ramah tamah, tapi bangsa barbar yang tidak mengenal peradaban. Apa-apa harus diselesaikan dengan kekuatan fisik. Sungguh sangat mengenaskan!

 

Untuk itu, dengan adanya momen Gong Perdamaian dari Ambon, Indonesia bertekad untuk terus menyelesaikan berbagai konflik internal di dalam negeri secara damai dan bermartabat. Cara damai itu sendiri telah dipilih dan sukses diterapkan untuk menyelesaikan konflik besar yang terjadi di Aceh, Papua, Poso, dan Maluku.

 

Sekali lagi, cara damai itula yang terus didorong untuk menyelesaikan berbagai konflik internal yang dapat muncul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, seluruh rakyat Indonesia diajak untuk membudayakan menyelesaikan konflik dengan cara damai. Kendati demikian, yang lebih penting adalah mencegah konflik antar sesama dengan cara terus membangun sebuah dialog.

 

Hari Perdamaian Dunia itu juga untuk menggugah masyarakat agar terus memeilihara kehidupan damai sebagai satu keluarga besar. Deputi Direktur International Labour Organisation (ILO), Peter van Rooij yang hadir di peringatan tersebut, mengatakan, perang dan kekerasan selalu menyebabkan korban yang tidak berdaya dari kalangan penduduk sipil.

 

Sejarah telah menunjukkan jalan perdamaian, dan pasti berhasil jika manusia berupaya keras mewujudkannya.

 

R. WISANGGENI

Jl. Satrio Wibowo 54A, Surakarta

[email protected]

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini