Swiss Larang Menara Azan

Nurfajri Budi Nugroho, Jurnalis · Senin 30 November 2009 11:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2009 11 30 18 280208 ptrdC6GPUx.jpg (Foto: AFP)

BERN - Mayoritas warga Swiss yang mengikuti referendum mendukung usulan pelarangan pembangunan menara-menara azan di masjid, Minggu kemarin. Lebih dari 57 persen dan 22 dari 26 wilayah, atau provinsi, menyetujui larangan itu.

Usulan itu diajukan oleh Partai Rakyat Swiss (SVP), partai terbesar di parlemen, yang menilai menara (minaret) adalah simbol Islamisasi. Namun pemerintah menolak larangan itu, karena akan memperburuk citra Swiss, khususnya di dunia Muslim.

Martin Baltisser, sekretaris jenderal SVP kepada BBC mengatakan hasil ini merupakan suara menentang menara sebagai simbol kekuatan Islam.

Hasil yang mengejutkan ini merupakan berita buruk bagi Pemerintah Swiss yang mengkhawatirkan terjadinya kerusuhan di kalangan komunitas Muslim. Meski begitu dalam pernyataannya pemerintah menyatakan menerima keputusan tersebut.

"Dewan Federal (pemerintah) menghormati keputusan ini. Sebagai konsekuensinya, pembangunan menara-menara baru di Swiss tidak akan diizinkan," tegas pemerintah, yang dikutip dari BBC, Senin (30/11/2009).

Seorang wakil masyarakat Muslim di Swiss, Tamir Hadjipolu mengaku khawatir hak-hak warga Muslim akan diserang dan dibatasi.

Sementara Amnesty International memperingatkan bahwa pelarangan itu akan melanggar kewajiban pemerintah Swiss untuk menjaga kebebasan beragama.

Seorang warga Swiss beragama Islam Elham Manea mengatakan, pelarangan itu diskriminatif karena warga Sikh dan Katolik Orthodoks diperbolehkan membangun rumah ibadah mereka dengan bebas.

"Kalau semua simbol-simbol agama dilarang dari semua rumah-rumah ibadah, saya akan menerimanya. Tetapi kalau hanya umat Islam yang menjadi sasaran, sementara warga Kristen, Yahudi, Sikh, maupun yang lainnya dibebaskan, maka saya katakan itu diskriminatif."

(jri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini