Tanah Papua Lebih Baik dari Negeri Orang

Senin 30 November 2009 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2009 11 30 230 280207

Sekitar 708 orang warga negara Indonesia (WNI) asal Papua yang telah lama bermukim di Papua New Guinea memohon bantuan repatriasi (kembali ke tanah asal kewarganegaraannya) pada pemerintah Indonesia. Staf Ahli Menteri Bidang Politik dan Keamanan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Dody Budiatman, mengatakan jumlah pengaju sebenarnya  mencapai 25 ribuan orang, mereka yang ingin kembali tidak hanya berasal dari Port Moresby saja, tetapi juga warga Papua yang tinggal di kota lain, seperti Lihir, Manus, lae, Bulolo, Madang, Daru, Goroka, Kiunga, Wewak, dan Vanimo.

Beberapa hal yang melatarbelakangi keinginan mereka untuk berepatriasi antara lain karena sebagian besar di antara mereka praktis terpuruk dan terancam dari lahan permukiman ilegal. Kedua, ketidakpastian capaian perjuangan OPM (Organisasi Papua Merdeka), otonomi khusus Papua yang memberikan harapan kehidupan yang lebih baik bagi mereka, dan kerinduan akan kampung halaman.  Hampir semua WNI yang akan direpatriasi menyatakan senang bisa kembali ke kampung halaman mereka.

Sebelumnya sering kali kita mendengar warga Papua lari ke luar negeri diantaranya Papua New Guinea dan Australia. Ada yang karena  keinginan sendiri untuk merubah nasibnya dan ada yang tertipu daya oleh kelompok OPM yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Ada yang lebih tragis meminta suaka politik dengan alasan yang mengada-mengada karena tekanan pemerintah Indonesia.

Berhayal mendapat kehidupan yang lebih dan bermartabat, tetapi kenyataannya bertolak belakang dari yang diharapkan. Bukan mendapatkan kehidupan yang baik dan mendapatkan sambutan yang layak dari pemerintah negara yang dituju, malah mendapatkan pengusiran karena menempati  daearh kumuh dan terlarang bagi pemukiman.

Semoga kepulangan  mereka ke tanah air memberikan pelajaran berharga bagi warga Papua lainnya untuk tidak berpikir dua kali eksedus ke negeri tetangga yang belum tentu merubah nasib mereka. Mari membangun tanah Papua untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lainnya di tanah air. Hilangkan keinginan memisahkan Papua dari Negara Kesatua Republika Indonesia. Keinganan  tersebut akan menghambat pembangunan dan kesejateraan masyarakat di Papua. Karena akan didera dengan konflik yang tak berkesudahan. Otonomi khusus Papua merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat agar dapat tumbuh dan berkemabng sebagaimana wilayah lainya di tanah air.

Yonas G

Jl. Gandari, Kebayoran, Jakarta

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini